TUBAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Tuban pada Senin sore (08/12/2025) berubah mencekam ketika angin puting beliung tiba-tiba muncul dan menyapu dua desa di Kecamatan Semanding. Sebanyak 63 rumah dilaporkan rusak akibat terjangan angin kencang tersebut.
Berdasarkan keterangan dari beberapa warga, cuaca awalnya hanya hujan biasa. Namun sekitar pukul 14.15 WIB, angin berputar mulai terlihat dari arah persawahan. Suaranya menderu, kemudian membesar dan bergerak cepat ke arah permukiman.
Akibat terjangan angin tersebut, 63 rumah warga di Desa Penambangan dan Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding porak poranda atapnya. Kejadian itu sontak membuat warga panik.
Salah seorang warga, Fani mengaku panik saat cuaca yang awalnya hanya hujan mendadak berubah dengan datangnya angin kencang. Ranting-ranting di sekitar rumahnya patah, sementara genting-genting berjatuhan satu per satu.
“Waktu itu saya sedang di dalam rumah, tiba-tiba ada angin kencang dan ganteng-ganteng rumah terbang berhamburan,” katanya dengan raut muka masih dalam kepanikan.
Hal senada disampaikan Haris, warga lainnya. Menurutnya, puting beliung datang setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. “Awalnya cuma hujan biasa, lalu tiba-tiba angin datang kencang dan menerbangkan atap rumah warga,” tuturnya.
Kejadian itu dibenarkan oleh Kapolsek Semanding, AKP M. Lukman Hadi. Setidaknya ada 43 rumah di Desa Tegalagung dan 20 rumah di Desa Penambangan yang porak-poranda akibat adanya kejadian tersebut.
“Untuk kerugian akibat bencana itu masih dalam proses perhitungan petugas dilapangan, Mas,” jelas AKP Lukman saat dikonfirmasi.
Dalam kejadian yang mencekam tersebut, Kapolsek memastikan tak ada korban jiwa. Ia menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem kembali muncul. Selain itu, warga diharapkan rutin membersihkan saluran air serta segera masuk ke rumah ketika hujan mulai disertai angin kencang.
“Selalu waspada, karena bencana tidak bisa kita rencanakan datangnya,” pesannya. (Hus/Tgb).
