TUBAN – Teka-teki hilangnya Samen (69), warga Dusun Sejuwet, Desa Lerankulon, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, akhirnya terkuak. Lansia yang dilaporkan hilang sejak dua bulan lalu itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Resor Pengelolaan Hutan (RPH) Wangun pada Selasa (15/9/2026) sore.
Jasad korban ditemukan di Petak 13 G area tanaman mahoni Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sundulan, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bumi Wali, masuk wilayah Desa Wangun, Kecamatan Palang.
Sebelumnya, pada bulan Juli 2026 lalu, Mbah Samen dilaporkan hilang oleh keluarganya. Keberadaannya tak kunjung diketahui setelah ia berpamitan pergi ke hutan sejak Minggu (14/7) pagi. Saat itu, hanya ditemukan kendaraan roda dua korban, gerobak kayu, botol minum, hingga kacamata milik korban.
Oleh karena itu, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, TNI/Polri, dan warga setempat menggelar pencarian besar-besaran untuk menyisir kawasan hutan belantara itu. Mereka waktu itu sudah membelah tingginya semak belukar disana untuk mencari keberadaan korban.
Sayangnya, operasi SAR gabungan bersama Tim Basarnas selama tujuh hari saat itu tidak membuahkan hasil hingga akhirnya pencarian resmi dihentikan. Usai dua bulan kasus hilangnya lansia itu tak ada kabar, kini warga justru dihebohkan dengan jasad Mbah Samen yang sudah mengering bahkan terlihat tengkoraknya.
Bukan hanya itu, yang menjadi warga semakin bingung, posisi korban sudah tak mengenakan pakaian. Baju dan celana serta sepatu boots ditemukan berada di samping jasadnya.
Kasi Humas Polresta Tuban, IPTU Muhammad Ikhsan, membenarkan peristiwa penemuan mayat yang sempat menggegerkan warga setempat tersebut. Penemuan ini berawal dari laporan masyarakat melalui layanan emergency call 110.
Ikhsan melanjutkan penemuan jasad Mbah Samen sendiri ditemukan oleh Mirun dan Amin Tohari yang sedang menjelajahi area sekitar korban ditemukan.
“Sekitar pukul 16.30 WIB, Polsek Palang menerima informasi penemuan mayat di Hutan Wangun. Petugas yang datang ke TKP memastikan jasad tersebut adalah korban yang dilaporkan hilang dua bulan lalu,” ujar IPTU Muhammad Ikhsan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Penetapan identitas korban makin kuat setelah petugas menemukan sejumlah barang bukti di sekitar lokasi. Di antaranya celana hitam, sepatu boot hitam, serta dompet cokelat berisi KTP, SIM atas nama korban, dan uang tunai sebesar Rp630 ribu. Ciri-ciri tersebut juga telah dibenarkan oleh pihak keluarga.
Disinggung mengenai adanya indikasi korban dibunuh, Mantan Wakapolsek Jenu ini mengaku kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait temuan yang menggemparkan warga ini.
“Jenazah korban sudah dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. R. Koesma Tuban untuk dilakukan pemeriksaan medis luar dan dalam guna memastikan penyebab pasti kematiannya,” pungkas IPTU Ikhsan. (Hus/Tgb).
