TUBAN – Terhitung hingga akhir tahun 2024, sebanyak 169 orang asal Kabupaten Tuban pergi ke luar negeri menjadi pekerja migran atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Para pekerja yang sering juga disebut Buruh Migran Indonesia (BMI) itu, terdiri dari perempuan sebanyak 93 orang, dan laki-laki 76 orang. Paling banyak asal domisili mereka dari wilayah Kecamatan Palang.
Kepala Bidang Pelatihan Penempatan Tenaga Kerja dan Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Tuban, Lusiana, mengatakan para TKI laki-laki rata-rata bekerja di proyek konstruksi. Sedangkan yang perempuan menjadi asisten rumah tangga (ART), dan perawat lansia.
“Malaysia menjadi tujuan favorit” kata Lusiana, Sabtu (12/4/2025).
Menurut Lusiana, minimnya lapangan usaha di negeri sendiri menjadi faktor utama mereka mencari kerja ke luar negeri. Mereka terpaksa hijrah ke negeri orang, dan jauh dari sanak keluarganya.
“Salah satu faktornya karena lapangan pekerjaan terbatas, kalaupun disini ada itupun tidak sesuai dengan kemampuan mereka,” kata Lusiana.
Mantan Sekcam Tuban itu menyebut, sebelum berangkat ke negeri tujuan, para Calon Pekerja Migran (CPM) terlebih dahulu diberikan pelatihan khusus oleh agency-nya masing-masing.
“Peran kami sebagai pemerintah mengeluarkan surat rekomendasi CPM,” pungkasnya. (Ibn/Tgb).
