TUBAN – Sebanyak 1.351 peserta mengikuti seleksi program pelatihan berbasis kompetensi yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Tuban.
Dari ribuan peserta tersebut diambil 313 peserta dengan nilai terbaik, untuk diikutsertakan dalam pelatihan yang akan dilaksanakan di dua lokasi, yaitu PPSDM Migas Cepu dan UPT BLKI Tuban.
Kepala Bidang Pelatihan Penempatan Tenaga Kerja dan Hubungan Industrial Disnakerin Tuban, Lusiana mengatakan seleksi ini telah dimulai sejak 14-20 Mei 2025, berupa test tulis dan test wawancara.
“Setiap harinya ada 280 hingga 285 peserta yang diseleksi, terbagi dalam lima sesi,” kata Lusiana ditemui di kantornya, Selasa (20/5/2025).
Peserta yang lolos bakal diumumkan dalam waktu dekat ini. Selanjutnya mereka berhak mengikuti pelatihan kerja sesuai dengan bidang keahlian yang diminati, meliputi operator juru ikat beban atau rigger, operator krane, dan operator forklift. Kemudian, bidang keahlian pengelasan, teknici AC, service motor injection, desain grafis, K3 umum dan gada pratama.
“Pelatihan ini gratis tanpa dipungut biaya, mereka akan mendapatkan sertifikat kompetensi setelah pelatihan selesai,” ujar Lusiana.
Lusiana menjelaskan, program yang dibiayai dengan anggaran kurang lebih Rp3,8 Miliar dari DBHCT dan APBD 2025 ini bentuk komitmen Pemkab Tuban untuk meningkatkan kompetensi masyarakat usia produktif, terutama yang berasal dari keluarga miskin yang tercatat dalam data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek).
Lanjut dia, diharapkan dengan bekal keahlian semasa pelatihan mereka siap bersaing di dunia kerja, baik di dunia industri ataupun membuka usaha sendiri untuk bisa memperbaiki masa depan.
“Kami menghimbau kepada peserta yang lolos agar serius mengikuti pelatihan sampai selesai, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan,” pungkasnya. (Ibn/Tgb).
