TUBAN – Ancaman aksi unjuk rasa ratusan sopir angkutan logistik PT Semen Indonesia Logistik (Silog) akhirnya urung digelar. Suasana yang semula diprediksi memanas justru berakhir sejuk setelah audiensi terbuka antara manajemen perusahaan dengan para sopir menghasilkan kesepakatan bersama.
Para sopir yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia–Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPTI-SPSI) Gresik sebelumnya mengajukan tiga tuntutan utama:
- Menolak pergeseran armada secara sepihak,
- Mempertahankan atau mengembalikan Delivery Order (DO) semen, dan
- Revisi uang jalan.
Dari data Terdapat sekitar 600 driver yang saat ini bekerja di PT Silog, dengan 80 persen diantaranya mengantongi SK perusahaan plat merah tersebut dan sisanya tergabung dalam Serikat Pekerja Transportasi Indonesia.
“Alhamdulillah, audiensi sore kemarin telah selesai dan sudah ada kesepakatan. Jadi, aksi tidak perlu dilakukan,” ujar Ketua DPC FSPTI-SPSI Gresik, Nusril, Senin (22/9/2025).
Walau Nusril tidak merinci hasil detail kesepakatan, ia menegaskan bahwa forum dialog itu cukup untuk menjawab keresahan para sopir. Rencana demonstrasi yang awalnya siap digelar dengan ratusan armada pun batal dilakukan.
Ditempat yang sama, Corporate Communication PT Silog, Diah, membenarkan bahwa perusahaan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya. Menurutnya, semua aspirasi sopir disampaikan secara terbuka dalam forum tersebut.
“Audiensi berjalan dengan baik, semua pihak bisa menyampaikan pendapatnya. Kami mendengarkan setiap masukan yang ada,” jelas Diah.
Mengenai perubahan pola DO driver yang sempat menuai protes, Diah menyebut hal itu tidak dilakukan sepihak. Menurutnya, langkah tersebut diambil sebagai bagian dari penyesuaian kondisi perusahaan agar tetap bertahan di tengah tantangan industri logistik saat ini.
“Sebelum ada perubahan DO, sebenarnya sudah ada komunikasi terlebih dahulu dengan para driver,” pungkasnya. (Hus/Tgb).
