TUBAN — SMA Negeri 2 Tuban mulai melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII sebagai bagian dari program nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP).

Kegiatan ini berlangsung selama enam kali pertemuan sejak awal Oktober hingga awal November 2025 dan diikuti oleh 312 siswa.

Kepala SMAN 2 Tuban, Samsuri, mengatakan bahwa pelaksanaan TKA menjadi salah satu upaya sekolah dalam mengukur kesiapan akademik peserta didik sebelum melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Selain sebagai evaluasi kemampuan akademik, kegiatan ini juga melatih kedisiplinan, kejujuran, dan kesiapan mental siswa menghadapi ujian di tingkat nasional,” ujarnya di Tuban, Rabu (29/10/2025).

Menurut Samsuri, TKA juga berfungsi sebagai alat pembanding antara nilai rapor sekolah dan hasil asesmen nasional. Hasil tes ini dapat digunakan siswa sebagai bahan pertimbangan seleksi masuk perguruan tinggi, khususnya melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

“Dengan TKA, siswa memiliki gambaran objektif mengenai capaian belajar mereka. Ini bisa membantu dalam perencanaan studi lanjutan,” katanya.

Untuk mendukung kesiapan siswa, SMAN 2 Tuban bekerja sama dengan lembaga bimbingan belajar pihak ketiga yang memberikan pelatihan akademik intensif hingga November mendatang. Langkah ini dilakukan agar siswa dapat memahami format soal dan strategi penyelesaian yang relevan dengan standar nasional.

Samsuri menegaskan bahwa seluruh kegiatan pelatihan dan pelaksanaan TKA tidak membebani orang tua murid, karena dibiayai melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Sekolah berkomitmen mendukung program Kemendikdasmen tanpa menambah beban biaya bagi wali murid. Kami ingin semua siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang,” tegasnya.

Program TKA sendiri merupakan bagian dari agenda nasional Kemendikdasmen untuk memperkuat sistem evaluasi pendidikan berbasis asesmen objektif dan berkeadilan.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap siswa tidak hanya terfokus pada capaian nilai semata, tetapi juga pada penguasaan kompetensi, kejujuran, dan karakter belajar berkelanjutan.