TUBAN – Aksi balap liar yang kerap meresahkan warga di jalur Ring Road (Jalan Lingkar Selatan) Soekarno-Hatta, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, akhirnya dibubarkan paksa oleh jajaran Satlantas Polres Tuban pada Minggu dini hari (01/03/2026).
Kedatangan petugas di tengah malam buta itu sontak membuat ratusan pemuda yang tengah asyik memacu adrenalin kocar-kacir. Namun, upaya mereka untuk melarikan diri sia-sia setelah petugas telah lebih dulu memblokade akses jalan nasional tersebut menggunakan mobil patroli.
Aksi adu kecepatan ini disinyalir menjadi agenda rutin para pemuda di wilayah tersebut, terutama memasuki momentum bulan suci Ramadan. Biasanya, mereka mulai memadati jalur Ring Road pada waktu menjelang berbuka puasa (ngabuburit) hingga menjelang waktu sahur.
“Kegiatan ini sangat meresahkan masyarakat dan membahayakan pengguna jalan lain yang melintas di jalur nasional ini,” ungkap Kanit Turjawali Satlantas Polres Tuban, Ipda Rizky Dwi.
Dalam penyergapan tersebut, sedikitnya 100 unit kendaraan roda dua berhasil diamankan petugas. Mayoritas kendaraan yang terjaring adalah motor yang tidak sesuai standar teknis, mulai dari penggunaan ban cacing hingga knalpot brong yang suaranya memekakkan telinga.
Sebagai efek jera, petugas tidak langsung mengangkut motor-motor tersebut dengan truk. Para pemuda yang terjaring razia diminta melakukan olahraga malam dengan mendorong motor mereka dari lokasi kejadian hingga menuju Mapolres Tuban.
Pihak kepolisian memastikan akan memberikan tindakan tegas berupa sanksi tilang. Tak hanya itu, kendaraan yang ditahan hanya bisa diambil kembali jika pemilik mampu menunjukkan surat-surat kendaraan yang sah serta mengembalikan kondisi motor sesuai standar pabrikan.
“Kendaraan tetap akan ditahan jika pemilik belum bisa menunjukkan kelengkapan surat atau belum mengembalikan knalpot dan komponen lainnya ke standar aslinya,” tegas Ipda Rizky.
Satlantas Polres Tuban berkomitmen akan terus menyisir titik-titik rawan balap liar di seluruh wilayah Kabupaten Tuban berdasarkan laporan masyarakat guna menjaga kondusivitas, terutama selama bulan Ramadan. (Hus/Tgb).
