TUBAN – Belum genap sepekan tahun 2026 berjalan, kabar duka menyelimuti kawasan industri di Kecamatan Jenu. Seorang pekerja ditemukan meninggal dunia secara mendadak saat tengah bertugas di area Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Tuban, Senin (5/1/2026) sore.

Korban diketahui bernama Khoirul Huda (41), warga asli Desa Socorejo, Kecamatan Jenu. Pria yang akrab disapa Pak Yo ini merupakan karyawan PT Bali Age yang bertugas di area pelabuhan milik perusahaan plat merah tersebut.

Kasi Humas Polres Tuban, IPTU Siswanto, tak menampik adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa laporan mengenai adanya pekerja meninggal dunia diterima oleh Polsek Jenu sekitar pukul 15.30 WIB.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sebelum kejadian, korban sempat mengeluh pusing kepada rekan kerjanya saat berada di pos jaga. Tak lama kemudian, ia memutuskan untuk berpindah tempat istirahat ke area bawah Transfer Tower tiga sembari menunggu jadwal pekerjaan berikutnya.

“Korban istirahat dengan posisi duduk. Namun, hingga pukul 15.00 WIB, korban tidak kunjung bangun,” ungkap IPTU Siswanto kepada awak media.

Merasa curiga karena rekannya tak kunjung bangun, saksi bernama Imam Kusno kemudian memanggil petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk mengecek kondisi korban. Saat mencoba dibangunkan dengan cara ditepuk pundaknya, korban sudah tidak memberikan respon apapun.

Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan identifikasi awal. Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam kerja lengkap berupa wearpack oranye dan celana jeans.

“Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau benda mencurigakan pada tubuh korban. Diduga kuat yang bersangkutan meninggal dunia karena sakit,” imbuh pria yang dulu juga pernah menjabat sebagai Wakapolsek Kerek itu.

Meski sempat beredar kabar dari rekan korban yang menyebutkan bahwa korban sempat mengonsumsi minuman keras sebelum beristirahat, pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut mengenai hal tersebut.

“Kalau soal itu (menenggak minuman keras, red.) kami tidak tau ya Mas,” tutup Kasi Humas Polres Bumi Ranggalawe.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD dr. R. Koesma Tuban untuk keperluan visum luar. Pihak keluarga korban sendiri telah menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi.

Sementara itu, Senior Manager of Unit Corporate Communication SIG Pabrik Tuban, Dharma Sunyata belum memberikan respon apapun mengenai adanya kejadian tersebut. Hingga kini belum ada keterangan resmi yang dirilis oleh pihak perusahaan terkait langkah-langkah penanganan selanjutnya. (Hus/Tgb).