TUBAN — Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah pengendara di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban mengeluhkan motornya tiba-tiba brebet atau tersendat setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.
Fenomena ini membuat bengkel-bengkel motor di dua daerah tersebut kebanjiran pelanggan dengan keluhan serupa.
Di bengkel resmi Honda AHASS Cipto Motor Tuban, misalnya, puluhan motor antre setiap hari untuk diperiksa. Kepala Mekanik AHASS, Jonatan, mengakui bahwa keluhan tersebut meningkat sejak pekan lalu. Namun, pihaknya belum bisa memastikan penyebab pasti dari kasus ini.
“Laporan dari beberapa pelanggan sedang kami analisis lebih lanjut. Kami juga sudah menyampaikan laporan ke main dealer untuk ditelusuri,” kata Jonatan saat ditemui di bengkel, Rabu (29/10/2025).
Sementara itu, mekanik AHASS di Bojonegoro, Suliswanto, menjelaskan bahwa gejala motor brebet bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari bahan bakar yang tidak stabil, busi kotor, hingga sumbatan pada sistem bahan bakar.
“Beberapa kasus muncul setelah pengisian Pertalite. Bisa jadi karena kandungan oktannya menurun atau ada endapan di tangki yang ikut terbawa,” ujar Sulis, Jumat (31/10/2025).
Menurut dia, langkah pertama yang bisa dilakukan pengendara ketika motor terasa brebet adalah menguras tangki bahan bakar, lalu menggantinya dengan BBM beroktan lebih tinggi seperti Pertamax.
“Pertamax bisa membantu pembakaran lebih sempurna dan membersihkan sisa endapan,” jelasnya.
Selain itu, Sulis juga menekankan pentingnya pemeriksaan busi. Banyak kasus motor kembali normal setelah busi dibersihkan atau diganti baru.
“Kalau busi kotor, pengapian jadi tidak sempurna. Bisa dibersihkan pakai amplas atau diganti sekalian supaya lebih optimal,” tuturnya.
Apabila motor masih brebet setelah pergantian busi dan BBM, langkah berikutnya adalah memeriksa fuel pump dan filter bensin. Komponen ini sering kali menjadi penyebab utama aliran bahan bakar tersendat.
“Kami biasanya bongkar fuel pump dan bersihkan filternya. Kadang banyak kotoran yang menumpuk,” kata Sulis.
Ia menambahkan, motor dengan sistem injeksi kini jauh lebih sensitif terhadap kualitas bahan bakar. Karena itu, pengendara disarankan mengisi BBM hanya di SPBU resmi untuk menghindari risiko bahan bakar terkontaminasi.
Untuk mencegah motor brebet, para mekanik menyarankan perawatan rutin dan tidak menunggu hingga mesin bermasalah. Penggantian filter bensin secara berkala serta pemilihan BBM yang tepat dapat memperpanjang umur mesin.
“Yang penting jangan panik. Cek satu per satu mulai dari bahan bakar, busi, sampai filter. Biasanya motor bisa kembali halus,” ucap Sulis.
Sementara itu, Anshori, warga Kecamatan Soko, Tuban, mengaku motornya kini kembali normal setelah diservis dan diisi BBM dari SPBU resmi.
“Kemarin sempat brebet, tapi setelah dibersihkan dan diservis sudah halus lagi,” pungkasnya. (Jun/Tgb).
