TUBAN – Di antara hiruk pikuk rak penuh barang di Toserba Sunan Drajat Lamongan, dua produk baru mulai menempati etalase makanan beku. Bukan merek raksasa, melainkan olahan bandeng dari tangan-tangan terampil warga Desa Pliwetan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, nugget bandeng dan otak-otak bandeng.
Kehadiran produk ini di pasar modern bukan sekadar kisah dagang biasa. Ada cerita perjuangan, kolaborasi, dan semangat belajar yang menyertainya. Di balik layar, sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari IAINU Tuban menjadi motor penggerak. Mereka bukan hanya mengantar kardus-kardus berisi produk, tapi juga membawa harapan agar UMKM desa mampu berdiri sejajar dengan produk industri besar.
Salah seorang mahasiswa KKN IAINU, Ahmad Siswandi yang ikut mengawal pengantaran, mengaku bangga melihat hasil kerja bersama akhirnya sampai ke tahap ini.
“Kami sangat antusias membantu pelaku UMKM memperkenalkan produk lokal ke pasar yang lebih besar. Bagi kami, ini bukan sekadar mengantarkan barang, tapi juga mengantarkan mimpi masyarakat desa untuk naik kelas,” ujarnya dengan mata berbinar.
Nugget dan otak-otak bandeng ini sudah lama menjadi primadona di Desa Pliwetan. Resepnya diwariskan turun-temurun, tapi dulu pemasarannya hanya mengandalkan mulut ke mulut dan pembeli setempat. Melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis digital marketing, produk ini kini punya peluang menembus pasar yang lebih luas, bahkan lintas kota.
Pihak pengelola Toserba Sunan Drajat Lamongan pun menyambut dengan tangan terbuka. Mereka melihat potensi besar dalam produk-produk lokal yang unik dan berkualitas.
“Kami berkomitmen memberi ruang bagi UMKM untuk tumbuh, agar masyarakat bisa menikmati kekayaan kuliner lokal,” kata salah satu perwakilan manajemen.
Kini, di tengah dinginnya freezer pasar modern, nugget dan otak-otak bandeng Pliwetan berdiri sejajar dengan merek terkenal. Simbol kecil bahwa kerja sama antara masyarakat, perguruan tinggi, dan dunia usaha dapat melahirkan perubahan nyata. Sebuah langkah awal menuju ekonomi desa yang lebih mandiri, inklusif, dan berkelanjutan. (Jun/Tgb).
