Iklan Idul Fitri Polres Tuban

TUBAN, (Ronggo.id)Mudahnya mendapatkan jasa layanan pembuatan website menjadikan banyak situs kian menjamur serta sejumlah wartawan dadakan semakin bermunculan. Bahkan, maraknya sejumlah situs media siber yang juga menyajikan informasi atau pemberitaan membuat masyarakat maupun pemerintah, khususnya di tingkat desa sulit menyikapi mana dan yang tidak.

Untuk itu, Ketua , Suwandi mengatakan, saat ini memang banyak situs media online yang menyajikan informasi maupun pemberitaan seperti pada umumnya. Namun yang menjadikan beda ialah pada wartawannya.

“Kebanyakan media siber atau media online memang menyebarkan informasi atau berita yang bersifat informatif. Tapi terkadang juga mengkritisi sebuah kebijakan yang kurang condong atau memihak pada rakyat,” ucap Suwandi dalam Jagong Kamtibmas (Jagat) dan Jumat Curhat dalam rangka Harkamtibmas yang diselenggarakan oleh di Kantor Kecamatan Bangilan, Jumat (27/1/2023).

Pihaknya juga menjelaskan, wartawan memiliki tugas dalam menyebarkan berita yang bersifat informatif dan bermanfaat bagi masyarakat. Disisi lain, dalam menjalankan tugasnya di lapangan, wartawan yang sungguhan dan profesional tidak hanya dibekali oleh Id Card atau Kartu Pers, namun mereka juga memiliki etika dan sopan santun dengan menjaga tingkah laku saat bertemu narasumber.

“Jadi, wartawan yang profesional itu datang mencari, meliput atau mengkonfirmasi berita. Bukan menakuti-nakuti atau mengancam narasumber,” ujar pria yang juga sebagai Wartawan Harian Bangsa ini.

Iklan Idul Fitri Fraksi Partai Golkar Tuban

Selain Kartu Pers, profesi wartawan juga harus memiliki sertifikasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Sebab, melalui proses UKW inilah wartawan dibekali kode etik jurnalistik sehingga menjadikan mereka lebih profesional.

“Kartu Pers itu bisa dibikin dimana saja. Tapi sebagai wartawan profesional, harus ikut dan memiliki Kartu UKW. Itulah yang membedakan wartawan mana profesional dan yang tidak profesional,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres , AKBP Rahman Wijaya menyampaikan, kegiatan semacam ini sudah digelar diberbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban. Melalui kegiatan ini, ia berharap tidak hanya dapat menampung keluhan mereka, namun juga mencarikan solusi dan juga penyelesaian dari masalah-masalah yang dihadapi masyarakat di tingkat bawah.

“Mungkin juga ada warga yang belum paham mana wartawan yang profesional dan yang tidak. Maka itu, dengan adanya kegiatan ini, mudah-mudahan masyarakat bisa tahu mana wartawan yang sesungguhnya dan tidak takut saat bertemu wartawan,” tutupnya.

Sebatas diketahui, dalam kegiatan Jagat dan Jumat Curhat ini juga turut dihadiri oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tuban, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Pertanian Tuban, Camat dan Kapolsek Bangilan, serta tokoh masyarakat se Kecamatan Bangilan. (Ibn/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS
Iklan Idul Fitri Semen DYNAMIX SBI