TUBAN – Keputusan Final Investment Decision (FID) untuk proyek Kilang Tuban tinggal menghitung hari. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan bahwa penentuan FID akan diambil pada pertengahan bulan ini, sekaligus menjadi babak baru bagi proyek strategis nasional tersebut.
GRR Tuban yang digarap Pertamina bersama Rosneft sejak awal disebut sebagai salah satu proyek kilang terbesar di Tanah Air. Meski sempat diterpa isu pergantian mitra akibat dinamika geopolitik Rusia-Ukraina dan tekanan sanksi internasional, pemerintah menegaskan bahwa pembahasan dengan Rosneft masih berjalan normal.
“Rosneft lagi melakukan pembahasan dengan Pertamina. Nanti di pertengahan bulan ini baru ada keputusan,” ujar Bahlil, dikutip dari Kumparan Bisnis, Senin (8/12/2025).
Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) juga menegaskan bahwa kerja sama dengan Rosneft tetap berlangsung lewat skema joint venture di bawah bendera PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP). Dengan struktur kepemilikan yang masih sama yaitu Pertamina 55 persen dan Rosneft 45 persen.
Sementara itu, Senior Officer Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP), Yuli Witantra mengungkapkan FID saat ini memang masih dalam proses finalisasi oleh pihak internal PRPP. Pada bulan ini ditargetkan dapat disampaikan kepada para pemilik saham.
“Setelah itu para pemegang saham dalam hal ini pihak PT Kilang Pertamina Internasional serta PT Pertamina (Persero) dan Rosneft dapat melakukan tinjauan atas FID tersebut terkait dengan proses Proyek GRR Tuban selanjutnya,” kata Yuli Witantra kepada Ronggo.id, Rabu (10/12/2025).
Setelah proposal FID disetujui oleh para pemegang saham, nantinya akan langsung dilanjutkan dengan fase Engineering, Procurement and Contruction (EPC) atau proses pembangunan kilang. Saat ini, secara paralel pihaknya juga sedang melaksanakan proses tender untuk menunjuk calon kontraktor EPC.
“Jadi ketika FID disetujui dalam waktu yang tidak terlalu lama, calon kontraktor sudah dapat memulai proses pekerjaan,” tutupnya.
Dengan keputusan FID yang semakin dekat, nasib dan arah pembangunan Kilang Tuban diprediksi segera terang. Pemerintah berharap keputusan ini menjadi momentum penting untuk mempercepat realisasi proyek yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional. (Hus/Tgb).
