TUBANSebuah mobil pikap misterius jenis Isuzu ludes dilalap si jago merah di Jalur Bulu-Jatirogo, tepatnya di Desa Latsari, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Senin (22/6/2026) siang. Insiden ini menyisakan tanda tanya besar setelah sang sopir memilih kabur sesaat setelah api muncul.

Kecurigaan warga bukan tanpa alasan. Mobil pikap tersebut disinyalir kuat kerap digunakan sebagai armada pengangkut bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi. Namun, aroma penyelewengan itu mendadak bias lantaran petugas pemadam kebakaran sama sekali tidak menemukan sisa jeriken maupun bekas muatan solar di atas bak kendaraan pasca-kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kobaran api secara mendadak muncul dari bagian depan kabin kendaraan saat melaju di tengah jalan. Alih-alih menyelamatkan kendaraannya atau meminta bantuan, pengemudi pikap yang belum diketahui identitasnya itu justru langsung lari dari lokasi kejadian.

“Kata warga sekitar, api pertama muncul dari depan kabin. Begitu ada percikan api, sopirnya langsung kabur. Api kemudian dengan cepat merembet dan membakar habis seluruh badan mobil,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban, Sutaji.

Mendapat laporan warga, tim Damkar Tuban langsung menerjunkan armada ke lokasi. Petugas sempat berjibaku menjinakkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebelum akhirnya menyemprotkan air dari truk pemadam. Api baru bisa dijinakkan total sekitar 10 menit kemudian.

Menanggapi selentingan warga terkait aktivitas pikap yang diduga kuat sebagai ‘armada solar’, Sutaji menjelaskan bahwa pihaknya tidak menemukan barang bukti (BB) tersebut di lokasi pasca-kebakaran.

“Memang santer informasi dari warga kalau mobil itu sering dipakai ngangkut solar. Tapi saat petugas kami melakukan pemeriksaan di lokasi setelah api padam, tidak ditemukan adanya solar maupun jeriken di atas bak pikap,” beber Sutaji.

Sementara itu, Kapolsek Bancar, IPTU Dwi Purwoko mengatakan pihaknya kini juga tengah menyelidiki penyebab utama terjadinya kebakaran tersebut. “Saat ini proses pemadaman telah dilaksanakan, kendaraan berhasil dipadamkan dan berhasil di pinggirkan utk diamankan, lalu lintas juga sudah kembali normal,” tegasnya.

Disinggung mengenai dugaan pikap tersebut tengah memuat bahan bakar jenis Solar, pihaknya masih terus melakukan pendalaman terkait hal tersebut. “Masih kita dalami, Mas,” pungkasnya singkat.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang sempat memicu kemacetan di jalur penghubung antar-kecamatan tersebut. Namun, kondisi pikap kini hangus tak berbentuk dan menyisakan kerangka besi.

Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran, serta memburu keberadaan sang sopir misterius yang mendadak hilang bak ditelan bumi. (Hus/Tgb).