TUBAN – Setelah muncul gelombang keluhan warga tentang motor yang mendadak brebet bahkan mogok usai mengisi bahan bakar jenis Pertalite, aparat Polres Tuban bersama Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) bergerak cepat melakukan pengecekan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Tuban.

Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas bahan bakar yang beredar, menyusul dugaan adanya Pertalite bermasalah yang disalurkan pada 21 Oktober dan dikeluhkan hingga 25 Oktober 2025.

Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Tuban, IPTU I Made Riyandika, mengatakan pihaknya telah melakukan sampling di beberapa SPBU. Dari hasil pemeriksaan awal, secara kasat mata tidak ditemukan kejanggalan berarti pada bahan bakar yang dijual.

“Dari takaran dan warnanya baik, baunya juga seperti Pertalite pada umumnya. Namun, tetap perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Riyandika, usai sidak di SPBU Kecamatan Jenu, Senin (27/10/2025).

Ia menambahkan, dugaan adanya bahan bakar dengan kualitas tak wajar terjadi pada penyaluran tanggal 21 Oktober. Namun, distribusi terbaru disebut sudah normal.

“Yang bermasalah itu diduga pada tanggal 21. Untuk sekarang, kualitas Pertalite sudah baik,” katanya.

Polres Tuban berencana melanjutkan pengecekan ke Fuel Terminal Tuban (TBBM Tuban) untuk memastikan sumber pasokan BBM. Riyandika juga menegaskan masyarakat tidak perlu panik.

“Kami bersama Diskopumdag akan terus melakukan pengecekan berkala. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diskopumdag Tuban, Gunadi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk melakukan sidak gabungan bersama Satreskrim Polres Tuban.

“Kami sudah komunikasi dengan pihak Pertamina. Nanti akan dilakukan sidak gabungan untuk memastikan kualitas produk,” jelas Gunadi.

Gunadi menuturkan, bidang Metrologi di dinasnya hanya memiliki kewenangan mengecek kuantitas atau ketepatan takaran BBM di SPBU. Untuk pengujian mutu bahan bakar secara kimiawi, diperlukan uji laboratorium milik Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Timur, yang jumlahnya terbatas.

“Di Jawa Timur hanya ada dua laboratorium uji mutu milik provinsi. Di Tuban, kami hanya bisa cek volume saja,” terangnya.

Di sisi lain, seorang pekerja SPBU di Tuban yang ditemui selepas sidak menegaskan, dugaan masalah berasal dari distribusi Pertalite tanggal 21 Oktober yang disebut berbau aneh dan menyengat.

“Tanggal 21 itu baunya beda, menyengat. Tapi tanggal 22 dicek badan metrologi sudah normal. Jadi hanya di tanggal itu saja,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pasokan Pertalite yang bermasalah tersebut telah diambil kembali oleh pihak Pertamina, sementara sampel yang diuji oleh Polres berasal dari stok tanggal 22 Oktober, yang sudah dinyatakan normal. (Jun/Tgb).