TUBAN — Aparat Kepolisian Resor (Polres) Tuban memastikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang saat ini beredar di wilayah Tuban dalam kondisi aman dan sesuai standar. Meski demikian, kepolisian bersama instansi terkait masih menyelidiki penyebab munculnya keluhan masyarakat beberapa waktu lalu terkait gangguan mesin kendaraan setelah mengisi bahan bakar tersebut.

Langkah cepat dilakukan dengan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kegiatan ini melibatkan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tuban dan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) setempat.

Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Tuban, IPTU I Made Riyandika, mengatakan pihaknya telah melakukan pengambilan sampel di beberapa SPBU untuk pemeriksaan awal. Hasil pengecekan secara kasat mata menunjukkan BBM masih dalam kondisi baik.

“Dari takaran dan warnanya baik, begitu juga dengan bau yang sesuai Pertalite pada umumnya. Namun, kami tetap akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Riyandika di sela sidak, Senin (27/10/2025).

Riyandika menyebut dugaan adanya gangguan kualitas Pertalite kemungkinan terjadi pada penyaluran tanggal 21 Oktober. Setelah tanggal tersebut, pasokan BBM yang diterima SPBU dinyatakan normal.

“Yang sempat bermasalah itu pada tanggal 21. Untuk sekarang sudah baik,” ujarnya.

Polres Tuban berencana melanjutkan pengecekan ke Fuel Terminal Tuban (TBBM Tuban) untuk memastikan kondisi pasokan BBM dari hulu. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir karena pengawasan terhadap distribusi BBM akan terus dilakukan.

“Kami bersama Dinas Perdagangan akan melakukan pengecekan secara berkala agar kualitas BBM tetap terjaga,” kata Riyandika.

Sementara itu, Kepala Diskopumdag Tuban, Gunadi, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk melakukan sidak gabungan dalam waktu dekat.

“Kami sudah komunikasi dengan pihak Pertamina. Nantinya akan dilakukan sidak gabungan bersama Satreskrim Polres Tuban,” ujarnya.

Gunadi menjelaskan, kewenangan bidang Metrologi di dinasnya terbatas pada pemeriksaan kuantitas atau ketepatan takaran. Untuk pengujian mutu bahan bakar secara kimiawi, diperlukan fasilitas laboratorium milik Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Timur, yang jumlahnya masih terbatas.

“Di Jawa Timur hanya ada dua laboratorium uji mutu milik provinsi. Di Tuban kami hanya bisa melakukan pengecekan volume saja,” katanya.

Dari hasil penelusuran lapangan, bahwa masalah sempat muncul pada pasokan Pertalite tanggal 21 Oktober, yang memiliki bau lebih menyengat dari biasanya.

Sementara pasokan BBM yang bermasalah telah diambil kembali oleh Pertamina, sedangkan sampel yang diuji polisi berasal dari stok tanggal 22 Oktober sampai dengan hari ini dan telah dinyatakan sesuai standar.

Dengan begitu, aparat kepolisian menyimpulkan Pertalite yang kini beredar di Tuban aman digunakan, sembari menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab awal keluhan masyarakat. (Jun/Tgb).