TUBAN – Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Tuban terus berupaya meningkatkan profesionalisme anggotanya. Langkah ini diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan laporan kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang digelar di Balai Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Minggu (12/04/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran pengurus BPD dari tingkat kecamatan hingga kabupaten. Fokus utamanya adalah membekali para wakil rakyat tingkat desa tersebut agar lebih mumpuni dalam menyusun laporan kinerja tahunan yang akuntabel dan sesuai regulasi.
Ketua ABPEDNAS Tuban, Budiono, mengungkapkan bahwa Bimtek ini bertujuan untuk mengubah pola pikir anggota BPD agar tidak sekadar menjadi pelengkap administratif di pemerintahan desa.
“BPD harus mampu menjadi lembaga pengawas yang aktif dan tidak hanya bersifat formalitas. Melalui bimtek ini, kami ingin mendorong perubahan pola pikir agar BPD semakin maju,” tegas Budiono di sela-sela kegiatan.
Dalam forum tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai:
- Teknis Penyusunan Laporan: Tata cara pembuatan laporan yang sistematis dan terukur.
- Penguatan Fungsi Pengawasan: Memberikan pemahaman mendalam mengenai peran BPD dalam mengawal kebijakan desa.
- Dokumentasi Kegiatan: Mengatasi kendala lemahnya pengarsipan yang sering terjadi di lapangan.
Tak hanya bicara soal kapasitas teknis, Budiono juga menyoroti pentingnya apresiasi terhadap dedikasi para anggota BPD. Menurutnya, peningkatan kualitas kerja harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap aspek kesejahteraan.
“Kami berharap ke depan BPD tidak hanya berkembang dari sisi kualitas dan pola pikir, tetapi juga dari segi kesejahteraan anggotanya,” imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, ABPEDNAS Tuban berharap tata kelola pemerintahan desa di Bumi Wali semakin transparan dan bertanggung jawab. Dengan BPD yang kuat secara kapasitas, diharapkan kebijakan pembangunan di tingkat desa benar-benar mampu mengakomodasi aspirasi masyarakat secara optimal. (Har/Tgb).
