TUBAN – Pelayaran Kapal Kargo MV Khatulistiwa 8 dari dermaga Terminal Khusus (Tersus) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban menuju Sampit, Kalimantan Tengah berujung petaka setelah kapal tersebut dihantam kebocoran parah akibat bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan laut Jenu, Kabupaten Tuban, Rabu (7/10/2026) malam.
Kapal kargo yang membawa 18 awak tersebut baru saja lepas sandar dari dermaga PT SIG pada Rabu (7/10) sekitar pukul 17.30 WIB. Namun, baru beberapa jam mengarungi lautan, benturan keras dengan kapal tongkang di tengah kegelapan malam memicu kebocoran serius pada lambung kapal.
Kepanikan mulai melanda ketika Kepala Kamar Mesin (KKM) langsung mengontak agen pelayaran sekira pukul 21.37 WIB untuk melaporkan kondisi darurat yang menimpa kapal yang dinakhodai oleh Syamsul Kamal tersebut. Sinyal bahaya pun bergema di radio komunikasi maritim.
Informasi musibah tersebut dengan cepat ditangkap oleh Vessel Traffic Services (VTS) Surabaya dan siaran radio Marine Channel 16 sekira pukul 22.00 WIB. Titik koordinat mencatat insiden berada di posisi 06° 33′ 460″ S / 112° 59′ 291″ E, tak jauh dari area operasional perairan PHE Tuban.
Meranggapi kabar darurat tersebut, pihak Syahbandar dengan sigap mengerahkan dua kapal tunda, yakni TB Amazon dan TB Multi, untuk menerjang gelombang demi melakukan evakuasi kilat terhadap para korban.
Perjuangan tim penyelamat membuahkan hasil sekira pukul 23.07 WIB saat TB Amazon berhasil merapat dan menyelamatkan mayoritas awak kapal dari ancaman tenggelam di tengah laut. Para korban selamat langsung dilarikan menuju area dermaga Tersus SIG Tuban untuk penanganan awal.
Kasi Humas Polresta Tuban, IPTU Muhammad Ikhsan membenarkan bahwa sebanyak 17 awak kapal yang terdiri dari 15 pria dan 2 wanita berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan kini diistirahatkan di Hotel Fortuna, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu.
“Saat ini seluruh korban selamat dalam keadaan aman dan sehat, sementara satu orang ABK atas nama Mayan Petter Saba yang menjabat sebagai Mualim I masih dalam proses pencarian intensif oleh tim gabungan,” ujar IPTU Muhammad Ikhsan.
Meski kondisi cuaca saat kejadian tergolong cerah dengan tinggi gelombang 0,5 hingga 1 meter, penyebab pasti tabrakan serta total kerugian material atas musibah ini masih dalam penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang. (Hus/Tgb).
