TUBAN – Si jago merah mengamuk di Desa Kedungharjo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Sabtu (3/10/2026) sore. Insiden kebakaran ini meratakan rumah dan kandang milik warga, mengakibatkan dua ekor kambing tewas terganggang, serta memicu kerugian materiil hingga Rp100 juta.
Peristiwa memilukan tersebut dilaporkan pertama kali oleh warga setempat, Muhammad Nurhayim, ke Satpol PP dan Damkar Tuban sekitar pukul 16.36 WIB.
Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Tuban, Sutaji, menyebutkan bahwa anggotanya langsung bergerak semenit setelah laporan masuk dan tiba di lokasi kejadian perkara (TKP) pukul 16.52 WIB.
“Kami terjunkan dua armada dari Pos Mako Tuban dan Pos Rengel dengan total enam personel,” ujar Sutaji.
Petugas di lapangan langsung berjibaku memadamkan api sekaligus melakukan penyekatan agar si jago merah tidak menjalar ke pemukiman padat di sekitarnya. Api pokok berhasil dikuasai sekitar pukul 17.10 WIB, dilanjutkan dengan proses pembasahan hingga pukul 18.53 WIB.
Amukan api menghanguskan area sekitar 7×10 meter dari total luas bangunan 12 x 20 meter. Bangunan yang hangus dilalap api mencakup rumah dan kandang milik Rofiq, rumah Mahfud Efendi, rumah Sukri, serta bagian dapur milik Yakat.
Proses pemadaman berlangsung cepat tak lepas dari aksi tanggap warga setempat. Sebelum armada Damkar tiba, warga bergotong-royong melokalisir api menggunakan mesin pompa air (diesel) untuk menyedot air sumur.
Bahkan saat pasokan air armada Damkar menipis, warga memanfaatkan mesin diesel tersebut untuk membantu mengisi ulang tangki mobil pemadam.
“Peran warga sangat membantu. Mereka ikut melakukan penyekatan dan menyuplai air menggunakan mesin diesel,” tutur Sutaji mengapresiasi kebersamaan warga bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, Polsek Widang, relawan, hingga petugas PLN Babat.
Meski dua ekor kambing milik warga tak terselamatkan dan kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta, tindakan cepat petugas bersama warga berhasil menyelamatkan aset bernilai sekitar Rp500 juta. Aset yang terselamatkan mencakup perabot rumah tangga, tiga unit sepeda motor, empat sepeda angin, serta bangunan rumah di sekitarnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya titik api di kawasan tersebut masih belum diketahui pasti dan masih dalam proses penyelidikan.
“Untuk penyebab kebakaran sampai saat ini belum bisa dipastikan,” pungkas mantan Camat Bancar ini. (Hus/Tgb).
