TUBAN – Dahaga panjang ribuan guru PAUD di Kabupaten Tuban akhirnya terobati. Usai mengelus dada menunggu kepastian dari meja kerja Bupati, Aditya Halindra Faridzky, insentif yang sempat terkatung-katung selama delapan bulan itu kini resmi mengalir ke rekening para pejuang pendidikan tersebut.
Dalam pemberitaan sebelumnya, ribuan pendidik karakter anak ini bekerja harus lebih ikhlas lantaran insentif senilai Rp300 ribu tak kunjung dicairkan. Alasannya, Pemerintah Bumi Wali masih perlu pembaruan data agar tambahan penghasilan tersebut bisa terdistribusi menuju dompet tenaga pendidik.
Berdasarkan data yang dicatat oleh Dinas Pendidikan Bumi Ronggolawe, sebanyak 1.969 guru kini resmi menerima insentif sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras mereka. Untuk menyalurkan bantuan tersebut, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran mencapai Rp5,45 miliar yang disiapkan untuk menunjang kesejahteraan para tenaga pendidik di wilayah tersebut.
Lamanya pencairan dana penunjang operasional guru itu juga sempat disorot juga oleh pengamat kebijakan publik, Riza Shalihudin Habibi serta Wakil Ketua Komisi IV DPRD setempat, Asep Nur Hidayat. Keduanya sepakat bahwa Pemkab Bumi Ronggolawe segera membayarkan gaji yang bersumber dari APBD tersebut.
Sejumlah guru PAUD di penjuru Kota Legen ini menyambut bahagia adanya pencairan insentif di akhir bulan Agustus ini. Mereka mengaku lega usai menunggu kepastian hingga 32 minggu lamanya. Bahkan, mereka sempat dihantui kekhawatiran atas ketidakpastian realisasi dana tersebut.
“Alhamdulillah, Mas, hari ini ada informasi dana insentif tersebut sudah di cairkan,” katanya sembari tersenyum bahagia.
Para guru tersebut menjelaskan dana yang cair nantinya akan di rapel selama delapan bulan dengan nominal perbulan yang masih diangka Rp300 ribu. Meski begitu, mereka berharap adanya kenaikan jumlah insentif ditengah beban sebagai tenaga pendidik yang semakin berat.
“Semoga kedepannya Mas Bupati ini makin peduli dengan nasib kami, pencairan dana ini tak lagi molor dan harapannya insentif itu bisa naik sesuai dengan yang dijanjikan di Pendopo sekitar dua tahun lalu,” harapnya.
Nantinya uang tunjangan atas kinerja mereka itu akan digunakan para guru untuk menunjang operasional mereka. Disisi lain, beberapa tenaga pendidik ini juga mengaku, cairnya dana tersebut akan digunakan untuk membayar hutang.
“Ini tagihan juga sudah waktunya dibayarkan, Mas, mendengar informasi dana segera cair ya alhamdulillah sekali. Terlebih kebutuhan sehari-hari saat ini juga tergolong tinggi,” tutupnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Raden Mochamad Dani Ramdhani mengatakan proses verifikasi data yang ketat menjadi alasan utama di balik penantian panjang ribuan tenaga pendidik anak usia dini di Kota Seribu Goa ini.
“Kan dalam perkembangannya ada yang mendapatkan sertifikasi, yang seperti ini kita keluarkan dari daftar penerima,” jelasnya.
Disinggung soal potensi molor di tahun depan, pria yang juga menjabat sebagai Camat Kota ini hanya bisa berharap dan mengupayakan yang terbaik, agar nantinya dapat terealisasi sesuai dengan tahapan yang direncanakan.
Dengan cairnya insentif ini, beban ribuan guru PAUD di Tuban setidaknya bisa sedikit terangkat. Meski harus menunggu berbulan-bulan, senyum kembali terkembang di wajah para pejuang pendidikan karakter anak bangsa ini.
Kini, harapan besar tertuju pada Pemkab Tuban agar skema pencairan ke depan dapat berjalan tepat waktu, sekaligus mewujudkan janji kenaikan insentif demi kesejahteraan para pendidik yang tak kenal lelah di Bumi Ronggolawe. (Hus/Tgb).
