TUBAN – Usai kebakaran hebat yang melanda Pasar Baru Tuban pada Kamis (23/4/2026) dini hari tadi, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky sebut perlu penataan tata letak baru. Struktur lokasi los maupun kios yang dinilai terlalu berhimpitan dapat menyebabkan kebakaran mudah merembet.
“Karena pasar baru ini sudah tiga kali terjadi kebakaran meskipun di area yang berbeda sehingga perlu adanya penataan layout yang lebih detail sehingga bencana dapat ditangani lebih baik dikemudian hari,” kata Lindra sapaan akrab Bupati Tuban, saat ikut turun langsung melihat kondisi pasar.
Lindra melanjutkan saat ini data yang diperolehnya sendiri menyebut ada setidaknya 41 kios maupun los yang hangus karena si jago merah. Total tersebut merupakan milik setidaknya 15 pedagang, yang mana kerugian ditaksir mencapai Rp200-250 juta.
“Kerugian materiil masih kita analisa lebih detail, tetapi kemungkinan kerugian sementara sekitar Rp200-250. Karena kita prediksi satu kios itu sekitar Rp5 juta,” tambah Bupati dari partai Golkar ini.
Bupati muda ini menyebutkan bahwa olah TKP oleh kepolisian masih berlangsung. Begitu pemeriksaan rampung, pemerintah daerah akan segera mendirikan tenda darurat untuk para pedagang terdampak agar aktivitasnya bisa segera kembali normal.
“Setelah dari sini kami akan mengkaji dengan tim. Tadi ada dana-dana yang insidentil, kalau memang bisa akan kita turunkan. Tapi untuk sementara keputusan yang kita ambil adalah clear area dan membuat tenda-tenda sementara untuk berjualan lagi,” ucapnya.
Pihaknya berterima kasih kepada pihak kepolisian dan TNI serta beberapa perusahaan dari SIG dan PLTU Tanjung Awar-awar karena sigap membantu proses pemadaman. Sehingga, api yang membubung tinggi bisa ditangani dengan cepat.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa tetapi ada kerugian materiil yang harus membutuhkan waktu untuk menghitung secara detail,” tutupnya.
Sementara itu, Kapolres Tuban, AKBP Alaiddin mengungkapkan pihaknya belum bisa menyampaikan dugaan sementara penyebab kebarakan itu. Alasannya, saat ini masih menunggu identifikasi dari tim forensik dan tim identifikasi dari Polda Jawa Timur.
“Nanti setelah olah TKP baru kami akan sampaikan kembali awalnya seperti apa,” ungkap Alaiddin.
Terkait peristiwa kebakaran yang kembali terjadi, eks Kanit Tipidter Bareskrim Polri mengungkapkan bakal mengomunikasikan pengaturan tata letak keselamatan kepada Bupati guna mencegah kejadian serupa kedepannya.
Kebakaran berulang ini jadi alarm serius. Pembenahan tak bisa ditunda agar Pasar Baru bangkit sekaligus lebih aman ke depan. Nasib para pedagang kini bergantung pada seberapa cepat langkah nyata itu diwujudkan. (Hus/Tgb).
