TUBAN Belum hilang dari ingatan pilunya kebakaran masa lalu, si jago merah kembali mengamuk di Pasar Baru Tuban pada Kamis (23/4/2026) dini hari. Di saat warga tengah terlelap, kobaran api justru melahap habis sejumlah kios dan menyisakan puing-puing arang saja.

Dari pantauan tim Ronggo.id dilapangan, kebakaran hebat itu terjadi sekitar pukul 03.00 wib. Karena kios yang saling berhimpitan satu dengan yang lain, kobaran api cepat membesar dan melahap tempat dagangan para pedagang tersebut.

Nuril, salah satu warga setempat, mengaku tidak mengetahui pasti awal mula kejadian tersebut. Begitu ia sampai di lokasi, kobaran api sudah terlanjur meluas hingga mewarnai langit pagi dengan rona merah dan asap tebal.

“Kalau untuk kronologinya secara pasti kami tidak tau ya, Mas, tau-tau pas kita sampai sini api sudah membesar,” terang Nuril.

Menurut penuturan Nuril, api menjalar dengan sangat cepat hingga menghanguskan kios-kios di area tengah pasar. Ia mengamati bahwa pergerakan api merambat dari sisi utara menuju ke arah selatan pasar.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP dan Damkar Tuban, Sutaji langsung menerjunkan beberapa mobil damkar dari Pos Mako, Pos Singgahan serta Rengel untuk memadamkan api. Selain itu, kendaraan-kendaraan pemadam yang kecil juga ikut dikerahkan agar api segera diatasi.

Damkar Bumi Wali juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mempercepat proses penanganan, mulai dari pemadaman hingga pembasahan area terdampak guna mencegah munculnya kembali titik api.

“Untuk dugaan sementara juga masih belum ada, tetapi dari informasi yang kami dapat tadi api berasal dari konsleting listrik,” ungkap Sutaji.

Beruntung, dalam peristiwa itu tak ada satupun korban jiwa. Pihaknya saat ini juga masih mendalami terkait penyebab kebarakan itu. Disisi lain, pihaknya juga masih menghitung jumlah kerugian yang diakibatkan oleh kebarakan tersebut.

Hingga berita ini di tulis, petugas pemadam kebakaran masih terus melakukan proses pembasahan di lokasi untuk memastikan tidak ada titik api tersembunyi yang muncul kembali. Selain itu, kondisi disana menyisakan luka yang mendalam bagi beberapa pedagang. (Hus/Tgb).