TUBAN, () – Wisata lagi-lagi menorehkan prestasi pada festival seni dan budaya Dewi Cemara (Desa Wisata, Cerdas, Mandiri dan Sejahtera) yang berlangsung di pelataran anjungan cerdas Bendungan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Minggu (5/11/2022).

Kegiatan bertajuk Dewi Cemara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tersebut sebagai ajang untuk memamerkan potensi desa wisata dan diikuti oleh 573 pengelola wisata dari berbagai daerah se Jawa Timur.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Sinarto menjelaskan, potensi desa wisata di Jatim cukup besar. Data sementara yang sudah terdokumentasi di Disbudpar Jatim, tercatat ada sebanyak 573 desa wisata yang tersebar di seluruh Jawa Timur.

“Festival Dewi Cemara digelar untuk memajukan dan mengenalkan desa-desa wisata ke khalayak luar. Harapannya, melalui kegiatan ini bisa meningkatkan sumber ekonomi baru dan mewujudkan pelestarian budaya kita baik berupa benda maupun tak benda,” terangnya.

Terpisah, Ketua Pokdarwis Pantai Kelapa, Muhassan menyebutkan, penghargaan yang diterima oleh Pantai Kelapa ini dari sisi lomba Penyaji Virtual Tour, dimana dalam menyuguhkan potensi wisata dilakukan melalui video yang menyampaikan hal apa saja yang dimiliki oleh sebuah destinasi baik dari hulu hingga hilir, termasuk memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

“Penilaiannya dari video yang menyampaikan segala hal tentang destinasi sesuai dengan fakta yang ada, sehingga menjadikan penilaian lebih akurat. Artinya bukan hanya sebatas teori, namun dari segi kunjungan wisatawan, pedagang yang tidak dikenai tarif, hingga keberadaan Pantai Kelapa yang mampu memberikan multi efek bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Muhassan saat dikonfirmasi, Selasa (8/11/2022).

Banyaknya penghargaan yang sudah ditorehkan oleh wisata yang berada di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban ini justru membuat pengelola Pantai Kelapa semakin bersemangat untuk terus mengembangkan destinasi yang menjadi icon masyarakat pesisir pantai utara itu.

Untuk itu, Pokdarwis Pantai Kelapa kembali membuat inovasi konservasi dengan menanam pohon mangrove. Tujuannya tak lain ialah sebagai tambahan spot swafoto bagi pengunjung juga antisipasi abrasi. Selain itu, adanya tanaman bakau juga dapat menimbulkan bertambahnya oksigen.

“Kami bersama kawan-kawan tidak lantas besar hati dengan menjadi pemenang lomba ini, namun penghargaan ini justru menjadi semangat bagi kami untuk terus mengembangkan potensi yang ada di Pantai Kelapa,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kabupaten Tuban ini memiliki segudang potensi alam yang luar biasa dan kapanpun bisa dikembangkan. Sayangnya, masih lemah dari segi sumberdaya manusianya. Termasuk pembuatan suatu program yang tidak berdampak pada bertumbuhnya perekonomian masyarakat.

“Bicara ekonomi kreatif, destinasi wisata merupakan leading sektor dari segala aspek. Mulai dari ekonomi, sosial, budaya, lingkungan hingga pendidikan, semuanya lengkap dan masuk pada kriteria ini. Lagi-lagi pemerintah yang seharusnya menjadi sandaran bagi masyarakat dinilai belum mampu membuat inovasi atau kebijakan yang bisa dirasakan oleh semua pihak, khususnya disektor wisata,” pungkasnya. (Said/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS