TUBAN – Realisasi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tuban kembali menyisakan cerita pilu. Belasan siswa SMPN Montong justru tumbang dan dilarikan ke Puskesmas usai menyantap menu ikan pindang dan sayur asem dari program tersebut, Selasa (27/1/2026).

Sekira pukul 13.00 WIB setidaknya 13 siswa kelas VIII dan IX harus dilarikan ke pusat layanan kesehatan terdekat agar mendapatkan perawatan. Mereka rata-rata menderuta perut mual, kepala pusing, hingga timbul gejala seperti alergi. Berselang dua jam kemudian, satu siswa lain datang dengan keluhan serupa.

Informasi yang dihimpun Ronggo.id menyebutkan, saat itu lauk makan bergizi di sekolah tersebut berupa, ikan pindang dengan sayur asem jagung, dan buah jeruk. Makanan tersebut produk dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Montongsekar.

Beberapa siswa yang dirawat di Puskesmas Montong mengaku, merasa mual beberapa saat setelah menyantap hidangan MBG. Mereka juga merasa pusing, dan kulit memerah juga dirasakan oleh siswa-siswi tersebut.

“Perut saya tadi terasa muneg-muneg (mual, red) dan pusing,” tegas salah satu siswa.

Mendapati anaknya seperti itu, orang tua siswa lantas panik sehingga langsung bergegas menuju Puskesmas guna memastikan kondisi anak-anaknya. Keluhan mereka sudah didengar sebelum dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Saya ditelfon oleh pihak sekolah katanya anak saya mengeluh mual dan pusing setelah menyantap makanan bergizi gratis,” kata salah satu orang tua yang enggan disebutkan namanya.

Bukan hanya siswa saja yang mengalami kejadian tak mengenakkan, salah satu pengasuh dari siswa yang juga menerima MBG, Dina Pramesti juga mengalami hal yang sama. Ia mengeluhkan kondisi tak berbeda dengan para siswa.

“Itu momongan saya, kan biasanya dia itu tidak memakan MBG-nya dan dibungkus terus dibawa pulang. Nah tadi saya makan MBG-nya,” katanya saat dikonfirmasi.

Dina menambahkan dirinya sebelumnya tak pernah memiliki riwayat alergi. Bahkan dahulu dia juga pernah bekerja di salah satu pabrik ikan. Serta sering kali memakam berbagai jenis ikan.

Sementara itu, perawat Unit Gawat Darurat (UGD), Puskesmas Montong, Basuni, mengatakan, beberapa siswa datang dengan keluhan yang sama. Mereka yang datang sekitar pukul 13.00 wib sudah bisa pulang karena kondisi yang membaik.

“Untuk sample makanan sudah kami kirim kan menuju ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk di cek, dan mungkin hasilnya besok akan kami sampaikan lebih lanjut,” tandasnya.

Sedangkan Kepala SPPG Montongsekar, Maklus, belum memberikan respon apapun terkait dengan adanya kasus keracunan yang menimpa belasan siswa-siswi di SMP 1 Montong. (Hus/Tgb).