TUBAN – Tampaknya para pencuri sapi di Bumi Wali memiliki ilmu menghilang yang jauh lebih canggih daripada teknik penyelidikan polisi. Meski sudah tiga tahun leluasa menjarah kandang warga, Satreskrim Polres Tuban nampaknya masih tak berdaya mencari pelaku yang saat ini tengah merayakan keberhasilannya itu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada bulan September 2024 lalu sedikitnya ada empat sapi yang raib digondol maling di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang. Aksi pencurian hewan ternak tersebut kemudian kembali terjadi di tahun 2025, kini giliran warga Desa Tlogowaru, Kecamatan Merakurak yang kehilangan dua ekor sapinya.
Kasus pencurian sapi kembali marak terjadi pada April 2026 dengan menyasar wilayah Kecamatan Merakurak dan Jenu. Sebanyak empat ekor sapi dilaporkan hilang di Desa Temandang, sementara di Desa Beji, warga juga kehilangan dua ekor sapi dalam rentang waktu yang hampir berdekatan.
Menanggapi pencurian sapi yang terjadi baru-baru ini, Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Bobby Wirawan Wicaksono Elsam, mengonfirmasi bahwa sejauh ini pihaknya telah menerima dua laporan resmi dari wilayah Jenu dan Merakurak.
“Saat ini, kami tengah melakukan penyelidikan mendalam, termasuk memeriksa saksi-saksi dan memantau rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian,” kata Bobby ditemui usai rilis pers, Kamis (7/5/2026).
Saat disinggung mengenai pencurian yang terjadi sejak 2024 yang belum terendus satupun, pihaknya menegaskan bahwa rentetan kasus yang terjadi tersebut telah menjadi atensi khusus bagi kepolisian, terutama mengingat momentum hari raya kurban yang sudah dekat.
“Pasti kita atensi, mengingat sebentar lagi hari raya Idul Adha,” ungkap mantan Kanit Jatanras Polresta Surabaya ini.
Ia menghimbau agar peternak meningkatkan kewaspadaan mandiri, seperti memasang perangkat CCTV di area kandang. Selain itu, para warga diharapkan memperkuat sistem keamanan lingkungan atau Kamtibmas agar bisa meminimalisir terjadinya pencurian sapi kembali.
“Kolaborasi antar tokoh masyarakat dan warga dalam menjaga wilayah masing-masing diharapkan juga dapat meminimalisir terjadinya pencurian tersebut,” tutupnya.
Meski pencurian sapi sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir ini, nampaknya Satreskrim Polres Tuban masih juga kehilangan jejak dari para pelaku. Di tengah bayang-bayang Idul Adha yang kian dekat, kegagalan mengungkap sindikat ini bukan sekadar soal kehilangan ternak, melainkan juga menyangkut rasa aman warga yang perlahan terkikis. (Hus/Tgb).
