TUBAN – Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar samping warung di kawasan lokalisasi Dusun Ngomben, Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Tuban, Sabtu (2/5/2026) pagi. Korban yang diketahui bernama Darmani alias Pato (66) tersebut ditemukan pertama kali oleh pemilik warung dalam kondisi sudah terbujur kaku.
Dari informasi yang dihimpun dari Tim Ronggo.id dilapangan, menemukan tempat-tempat disana memang sering dijadikan oleh pria hidung belang untuk beli “jajan”. Warga disana seolah sudah sering mendengar adanya wanita yang kerab menjajakan dirinya.
Saksi pertama yang mengetahui kejadian ini adalah Hanik Rosyidah (55), pemilik warung tempat kamar tersebut berada. Kecurigaan muncul ketika korban tak kunjung keluar atau memberikan tanda-tanda aktivitas saat hari sudah terang. Hanik, bersama seorang warga lain bernama Sutikno (43), akhirnya memutuskan untuk memeriksa kondisi di dalam kamar.
Saat pintu terbuka, suasana dingin menyambut mereka. Pato ditemukan sudah tidak bergerak dalam posisi yang tak wajar. Ketakutan menyelimuti saksi, yang kemudian bergegas melaporkan temuan tersebut kepada perangkat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Hanya dalam hitungan menit, sirene polisi memecah kesunyian Dusun Ngomben. Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Bancar dan Koramil Bancar langsung mengamankan lokasi kejadian guna mencegah kerumunan warga yang mulai memadati area sekitar karena rasa penasaran.
Tak lama berselang, Tim Inafis Polres Tuban tiba di lokasi untuk melakukan prosedur identifikasi tingkat lanjut. Langkah ini dilakukan guna memastikan bahwa kematian pria lansia tersebut bukan akibat dari tindakan kriminal atau penganiayaan.
Petugas dengan sarung tangan lateks mulai menyisir setiap sudut kamar sempit tersebut. Di sana, mereka menemukan beberapa barang pribadi milik korban yang diletakkan di dekat tempat tidur. Dua bungkus rokok dan sebuah dompet berisi identitas serta uang tunai menjadi saksi bisu detik-detik terakhir kehidupan Pato.
Tim medis dari Puskesmas Bulu juga dikerahkan ke tempat kejadian perkara (TKP). Mereka melakukan pemeriksaan fisik luar (visum et repertum) terhadap jenazah korban untuk mencari adanya luka lebam, bekas jeratan, atau tanda-tanda perlawanan yang mungkin terjadi sebelum korban mengembuskan napas terakhir.
Kapolsek Bancar, IPTU Dwi Purwoko, S.H., yang memimpin langsung pengamanan di lokasi, memberikan keterangan kepada awak media untuk meredam spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ia menyatakan bahwa tidak ditemukan indikasi kekerasan pada tubuh Darmani.
“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim kesehatan dan Inafis, kami menyimpulkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan maupun hal-hal mencurigakan lainnya. Kondisi fisik korban tampak normal tanpa adanya luka akibat benda tumpul maupun tajam,” jelas IPTU Dwi Purwoko dengan nada tegas.
Meski polisi tidak merinci secara medis, dugaan kuat mengarah pada kegagalan fungsi organ atau serangan jantung mendadak, mengingat usia korban yang sudah memasuki masa senja. Faktor kelelahan atau kondisi kesehatan yang memang sudah menurun disinyalir menjadi pemicu utama maut menjemput Pato di pagi buta itu.
Kejadian ini sempat membuat operasional warung di sekitar lokasi terhenti sejenak. Warga sekitar tampak berbisik-bisik mengenai kronologi kedatangan korban hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia di kawasan yang dikenal cukup ramai pada malam hari tersebut.
Setelah proses olah TKP dinyatakan selesai, jenazah Pato kemudian dievakuasi menggunakan ambulans. Polisi memutuskan untuk menyerahkan jenazah langsung kepada pihak keluarga di Desa Banjarjo setelah mereka menyatakan menerima kejadian ini sebagai takdir dan menolak untuk dilakukan otopsi lebih lanjut.
Keluarga korban yang tiba di lokasi tak mampu menyembunyikan rasa duka. Mereka segera membawa pulang jenazah untuk disemayamkan dan dimakamkan secara layak di pemakaman desa setempat. Prosesi serah terima jenazah berlangsung dengan suasana haru namun tetap kondusif.
Pagi di Ngomben mungkin kembali berjalan seperti biasa, namun peristiwa ini meninggalkan jejak sunyi yang sulit dilupakan. Di balik kesederhanaan kamar itu, sebuah kehidupan berakhir tanpa banyak kata dan menyisakan duka bagi keluarga dan cerita yang akan terus bergaung di ingatan warga. (Har/Tgb).
