TUBAN – Insiden kecelakaan tunggal terjadi di ruas jalan nasional RE Martadinata, tepatnya di pertigaan Gardu Laut, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, pada Rabu (6/5/2026) dini hari. Sebuah mobil Kijang Innova bernomor polisi L-1755-GN hilang kendali hingga menghantam becak yang sedang parkir di bahu jalan dan terguling.

Sebelumnya, pada Selasa (5/5/2026) kemarin, sebuah mobil Toyota Avanza juga mengalami kecelakaan serupa di ruas Jalan M. Yamin, Kelurahan Kebonsari. Beruntung dalam kejadian itu, tak ada korban jiwa dalam laka tunggal tersebut.

Selang kejadian itu, tepat pada Rabu (6/5) dini hari tadi kecelakaan serupa terjadi kembali. Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB ini mengakibatkan pengemudi dan tiga orang penumpangnya harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, IPTU Eko Sulistyono menjelaskan, peristiwa bermula saat mobil Kijang Innova yang dikemudikan oleh Aron Lamhot Michael P (25), warga Kota Surabaya, melaju dari arah barat menuju ke timur.

“Sesampainya di lokasi kejadian, kendaraan tiba-tiba oleng ke arah kanan. Untuk penyebab pastinya kenapa kendaraan bisa oleng, saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” terang IPTU Eko Sulistyono kepada Ronggo.id.

Laju mobil yang tak terkendali membuat kendaraan tersebut langsung menyeruduk sebuah becak yang tengah terparkir di bahu jalan sebelah kanan. Kerasnya benturan membuat bagian depan mobil mengalami kerusakan cukup serius.

Akibat kejadian ini, sang sopir beserta tiga penumpangnya yang diidentifikasi bernama Daffa serta dua orang lainnya yang belum diketahui identitasnya (Mr. X), mengalami luka-luka dan langsung dilarikan menuju RSUD Dr R Koesma Tuban untuk dilakukan perawatan.

“Beruntung tak ada korban jiwa. Untuk pengemudi dan satu rekannya bernama Daffa mengalami luka ringan, sedangkan untuk dua penumpang yang belum diketahui identitasnya ini mengalami luka berat dan saat ini masih di rawat di rumah sakit,” tambahnya.

Berdasarkan hasil olah TKP awal, insiden ini kuat dugaan dipicu oleh faktor kelalaian manusia. Sopir disinyalir kehilangan fokus saat melajukan kendaraannya di area perkotaan. Padahal, kondisi jalan di lokasi tergolong lurus dengan volume kendaraan yang tidak terlalu padat pada saat kejadian tersebut.

“Dugaan awal pengemudi kurang penuh konsentrasi ke depan. Saat ini barang bukti berupa kendaraan, STNK, dan SIM sudah kami amankan untuk keperluan pemeriksaan,” tutup pria berpangkat balok dua di pundaknya tersebut.

Pihak kepolisian pun mengimbau kepada para pengguna jalan agar lebih waspada dan memastikan kondisi fisik tetap prima saat berkendara, terutama pada jam-jam rawan di dini hari guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (Hus/Tgb).