TUBAN Ekskalasi ketegangan terjadi di kawasan industri PT Semen Indonesia (SIG) Pabrik Tuban pada Senin pagi (4/5/2026). Puluhan buruh yang sebelumnya bekerja di bawah naungan PT Cahaya Tegar Kencana (CTK) melakukan aksi blokade di Gate 3, mengakibatkan arus logistik dan operasional pabrik terhambat.

Aksi tersebut sendiri dilatarbelakangi oleh persoalan status ketenagakerjaan yang telah habis kontrak per tanggal 1 Mei kemarin. Sekitar 40 buruh yang tergabung dalam tim scaffolding (perancah) PT CTK mendapati akses masuk mereka ke area pabrik dinonaktifkan secara sistem.

Karena tak ada kejelasan kontrak kepada puluhan buruh tersebut disertai dengan nonaktifnya kartu identitas pekerja mereka, akhirnya para eks buruh kemudian melakukan penutupan jalan di Gate 3 sebagai bentuk protes. Mereka menuntut kejelasan nasib mereka kedepannya.

Dari pantauan di lapangan, massa mulai berkumpul di depan Gate 3 sekira pukul 07.00 WIB. Karena tidak diizinkan masuk ke area kerja, para buruh kemudian melakukan penutupan jalan di Gate 3.

Gerbang ini merupakan salah satu jalur vital bagi kendaraan operasional dan logistik menuju jantung pabrik PT Semen Indonesia. Pemblokiran ini sempat memicu antrean kendaraan dan memaksa petugas keamanan melakukan pengalihan arus sementara guna menghindari lumpuhnya aktivitas produksi.

Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Tuban, Shokhibusy Syaefi, yang menjadi koordinator aksi menegaskan bahwa ada tiga poin utama yang dituntut para pekerja kepada pihak SIG.

“Pertama, kami menuntut SIG segera menyelesaikan proses tender pekerjaan Akses Maintenance All Area maksimal dalam waktu satu bulan. Kedua, selama menunggu proses tender selesai, para pekerja harus tetap dipekerjakan,” tegas Shokhib saat dikonfirmasi di lokasi aksi.

Tuntutan ketiga, lanjut Shokhib, para buruh mendesak SIG menjamin pemenang tender nantinya wajib mempekerjakan kembali mereka dengan status hubungan kerja PKWT Bulanan, bukan harian.

Shokhib menyayangkan hasil mediasi awal dengan pihak manajemen SIG yang dinilai tidak memberikan solusi konkret. Menurutnya, perusahaan hanya meminta pekerja menunggu proses tender tanpa memberikan kepastian waktu dan nasib.

“Kami diminta menunggu dengan legowo, tapi pihak SIG sendiri tidak bisa memastikan berapa lama proses tender itu berjalan. Ini yang membuat kawan-kawan kecewa,” imbuhnya.

Dampak dari blokade jalan di Gate 3 tersebut, arus keluar-masuk kendaraan operasional pabrik sempat tersendat. Massa mengancam akan terus menduduki akses vital tersebut, bahkan meluas hingga aksi sweeping, jika tuntutan mereka tidak segera direspons secara resmi.

Hingga berita ini diunggah, pihak SIG maupun PT CTK belum memberikan pernyataan resmi. Senior Manager Corporate Communication PT SIG, Dharma Sunyata, saat dikonfirmasi via pesan singkat terkait polemik ini masih belum memberikan jawaban atau bungkam.

Saat ini, situasi di sekitar Gate 3 masih terpantau tegang dengan penjagaan ketat dari aparat keamanan, sementara massa aksi masih tetap bertahan memblokir jalur. (Hus/Tgb).