TUBAN – Warga Desa Menyunyur, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban nampaknya lelah dengan aktivitas pengerukan tanah liat untuk pemerataan lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) setempat. Mereka meminta agar pemilik usaha pengerukan untuk memperbaiki jalan desa yang rusak akibat aktivitas tersebut.
Dari pantauan dilokasi, beberapa warga yang letih karena aktivitas itu membuat jalan mereka rusak akhirnya berbondong-bondong menuju balai desa. Mereka meminta kepada usaha pengerukan untuk memperbaiki jalan yang digunakan warga untuk beraktivitas sehari-harinya.
Pada hari sebelumnya tepatnya pada Minggu (19/4/2026), warga juga telah mendesak Pemdes Menyunyur untuk melakukan audiensi dengan pemilik pengerukan. Mereka bahkan sampai mengepung balai desa setempat sembari meminta kejelasan akan rusaknya jalan mereka itu.
Salah satu perwakilan warga Menyuyur, Hariyanto mengatakan para warga warga ikut hadir dalam audiensi itu mengeluhkan dampak dari aktivitas pengurukan itu. Mereka menilai lalu-lalang truk dengan muatan tanah liat itu merusak jalan sekitar dan membuatnya berlubang.
“Iya, Mas, adanya aktivitas truk muatan tanah liat ini membuat jalan banyak berlubang,” tegas Hariyanto kepada Ronggo.id usai audiensi dengan pemilik tambang yang dilakukan di Balai Desa Menyunyur, Senin (20/4/2026).
Dari hasil audiensi tersebut, warga mengatakan pihak terkait telah mengiyakan tuntutan para warga. Mereka siap memperbaiki jalan yang rusak bahkan berjanji akan langsung memperbaikinya usai audiensi tersebut selesai.
“Kalau untuk lokasi jalannya sendiri di perbatasan antara Desa Dahor dan Desa Menyunyur,” katanya.
Disinggung mengenai keterlibatan masyarakat sekitar dalam pekerjaan itu, pria bertubuh dempal ini mengatakan bahwa para pekerja seluruhnya dari warga sekitar. Bahkan dari para pengurus karang taruna juga diberikan kesempatan untuk mengatur lalu-lintas untuk keamanan pengendara jalan.
Sementara itu, Kades Menyunyur, Muslim juga berpendapat yang sama dengan para warga. Menurutnya rusaknya jalan penghubung antar desa itu karena adanya lalu-lalang truk untuk pengurukan KDKMP. Meski begitu, pihak penguruk bersedia untuk memperbaiki jalan warga.
“Memang ada beberapa jalan yang rusak akibat lalu-lalang truk tersebut, tetapi dari hasil audiensi ini pihak bersangkutan siap bertanggung jawab atas kerusakan jalan yang diakibatkan aktivitas itu,” tutup Muslim.
Audiensi ini menjadi titik temu, namun warga kini menunggu bukti nyata. Mereka berharap janji perbaikan segera direalisasikan demi memulihkan akses jalan yang vital bagi aktivitas sehari-hari. (Hus/Tgb).
