TUBAN – Niat hati mengais rezeki lebih awal sejak subuh demi mengejar lemburan, Kondo (78) justru pulang tanpa nyawa. Lansia tangguh yang bekerja di PT Lumbung Pangan Sejati ini ditemukan tewas tertimbun sekam padi di dalam selo penampungan pada Selasa (23/6/2026) sore.
Korban yang merupakan warga Dusun Gumeng, Desa Sumberejo, Kecamatan Rengel itu, diduga kuat mengalami kecelakaan kerja. Ia terjatuh ke dalam selo penampungan sekam, hingga akhirnya meninggal dunia karena kehabisan oksigen.
Kasi Humas Polres Tuban, IPTU Siswanto, membenarkan adanya peristiwa memilukan tersebut. Menurutnya, insiden itu pertama kali diketahui sekira pukul 15.30 WIB oleh rekan kerja korban yang sebelumnya mencari keberadaan kakek malang tersebut dari siang hari.
“Benar, telah terjadi peristiwa kecelakaan kerja yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia di dalam selo penampungan sekam milik PT Lumbung Pangan Sejati di Dusun Gumeng, Desa Banjaragung, Kecamatan Rengel,” ujar IPTU Siswanto saat dikonfirmasi, Selasa malam.
Berdasarkan keterangan dari kepolisian, korban Kondo diketahui berangkat dari rumahnya sejak pagi buta, sekira pukul 05.00 WIB. Karena kondisi gabah di pabrik sedang menumpuk, korban berinisiatif mengambil lembur dan langsung menuju area selo sekam tanpa melakukan absensi terlebih dahulu.
Aktivitas pabrik kemudian berjalan seperti biasa. Sekira pukul 07.30 WIB, pekerja shift pagi, Mudiono saat itu datang dan mulai beraktivitas mengisi sekam ke dalam elevator bertenaga dinamo listrik yang mengarah ke atas selo.
Kecurigaan mulai muncul saat jam istirahat siang, yakni sekitar pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB. Korban tidak terlihat di area pabrik dan sempat dicari-cari oleh rekan-rekannya, namun tidak membuahkan hasil.
Misteri hilangnya korban baru terungkap saat jam pulang kerja sekira pukul 15.30 WIB. Saksi, Ahmad Kusaeri (41), yang merupakan mekanik pabrik, berinisiatif mencari korban dengan menaiki tangga selo sekam.
“Saat saksi sampai di atas dan melihat ke dalam selo, ia melihat korban sudah dalam posisi terlentang dan badannya tertutup dedak atau sekam padi hingga menyisakan bagian kepala saja,” imbuh Kasi Humas.
Selanjutnya, para pekerja yang panik karena mengetahui hal tersebut, langsung bergegas melaporkan kepada pihak berwajib. Petugas dari Polsek Rengel bersama Tim Inafis dan Piket Reskrim Polres Tuban langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Petugas medis dari Puskesmas Rengel juga diterjunkan ke lokasi untuk memeriksa kondisi korban.
Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh tim medis dan identifikasi, ditemukan beberapa luka lecet pada tubuh korban yang diduga akibat benturan saat terjatuh ke dalam penampungan sekam.
“Ada bekas luka di pipi kiri, lecet di leher kiri belakang, lecet di punggung kanan dan kiri, serta lecet di siku kanan. Namun, tim memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal akibat kehabisan oksigen setelah terjatuh,” jelas mantan Kanit Reskrim Polsek Montong tersebut.
Sebagai langkah tindak lanjut, pihak kepolisian telah mengamankan area TKP, meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi, serta memintakan visum jenazah untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. (Hus/Tgb).
