TUBAN – Niat hati mengisi waktu liburan sekolah dengan memancing dan bermain air, justru berujung duka mendalam. Seorang bocah berusia 12 tahun dilaporkan tewas tenggelam di Sungai Kalikening, Desa Margorejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, pada Rabu (24/6/2026).
Nahasnya, korban meregang nyawa setelah melakukan aksi heroik demi menyelamatkan salah satu temannya yang terseret arus sungai. Saat itu, dia dan ketiga temannya sedang asyik memancing di sungai.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui berinisial YAK (12), seorang pelajar asal Dusun Alastuwo, Desa Mojomalang, Kecamatan Parengan.
Kapolsek Parengan, IPTU Ramelan menjelaskan, tragedi ini bermula sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, korban bersama empat orang temannya tengah asyik memancing di pinggiran Sungai Kalikening. Lantaran cuaca siang itu cukup terik, setelah satu jam memancing, mereka kemudian memutuskan untuk mandi dan berenang bersama.
“Namun, keceriaan anak-anak tersebut mendadak berubah menjadi kepanikan saat salah satu dari mereka, yakni MIU (10), tiba-tiba terseret arus dan mulai tenggelam,” ujar IPTU Ramelan.
Melihat temannya dalam bahaya, YAK secara spontan langsung berenang mendekat untuk memberikan pertolongan. Nahas, diduga karena kuatnya arus sungai, aksi berani YAK justru membuat dirinya ikut terseret dan tenggelam.
Rekan korban lainnya yang berada di lokasi, JA (14) dan DP (13), yang melihat kejadian itu pun langsung bergegas mencoba menolong kedua korban. Sayangnya, mereka hanya berhasil menyelamatkan MIU, sementara tubuh YAK dengan cepat tenggelam dan hilang dari permukaan air.
Sadar situasi makin genting, DP segera berlari ke pemukiman untuk meminta bantuan warga sekitar. Mendengar kabar tersebut, Perangkat Desa Margorejo bersama warga langsung menuju lokasi dan melakukan penyisiran di area sungai.
Setelah dilakukan pencarian intensif selama kurang lebih 30 menit, tubuh korban akhirnya berhasil ditemukan di dasar sungai dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
“Korban langsung dievakuasi dari dasar sungai dan segera dibawa ke RSUD Bojonegoro untuk dilakukan visum luar,” imbuh Kapolsek Parengan.
Dari hasil pemeriksaan medis, tim dokter memastikan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban murni meninggal dunia akibat tenggelam karena terlalu banyak menghirup air.
Pihak keluarga korban telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. Usai proses administrasi di rumah sakit selesai, jenazah YAK langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa pulang ke rumah duka dan dimakamkan.
Atas kejadian memilukan ini, kepolisian mengimbau kepada seluruh orang tua agar memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama saat bermain di sekitar aliran sungai selama masa libur sekolah agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (Hus/Tgb).
