, (Ronggo.id) – Kasus kecelakaan bus rombongan study tour SMK di Subang kini viral dan memantik reaksi dari berbagai kalangan, termasuk Ketua PGRI Kabupaten Tuban, Witono.

Dari kasus kecelakaan yang menewaskan beberapa korban itu, Witono menyayangkan banyak pihak yang menyalahkan guru yang tidak sepenuhnya bersalah.

“Jangan menyalahkan gurunya, semata-mata guru dijadikan kambing hitam,” ujarnya, Rabu (22/5/2024).

Menurut Witono, agenda study tour seyogyanya sudah berlangsung sejak lama, hanya istilahnya yang berbeda. itupun, kata dia, untuk memenuhi tuntutan orang tua.

“Menyikapi polemik ini, menghentikan agenda study tour bukan keputusan bijak,” katanya.

Diutarakan Witono, dilihat secara sekilas, semua kasus yang merenggut nyawa korban yang berusia sekolah tentu akan menimbulkan masalah besar.

Lain halnya jika menimpa orang dewasa biasa, kemungkinan kasusnya tidak ramai seperti ini.

“Saya sebagai guru, pendidik, ketua PGRI, tidak sependapat. Jika ada study tour, kecelakaan yang disalahkan gurunya. Kemudian melarang study tour, itu tidak bijak,” tegasnya.

Witono berharap agar semua pihak tetap saling melindungi dan belajar dari setiap musibah yang datang.

“Semoga mendewasakan semua, jangan saling menyalahkan, guru tanggung jawabnya berat. Dunia harus dibentuk melalui karakter, karakter hanya bisa di pendidikan, pendidikan kalau di luar saling menyalahkan itu akhirnya tidak baik,” pungkasnya. (AN/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS