Kendati begitu, ia dan beberapa wali murid lainnya tidak berani melayangkan protes memilih diam dengan menuruti apa yang diminta oleh paguyuban, lantaran khawatir jika anak-anak mereka yang mengenyam pendidikan karena mendapatkan perlakuan yang berbeda di sekolahnya.

“Sebenarnya keberatan dengan iuran itu. Mau protes juga tidak berani karena takut anak saya mendapatkan perlakuan beda dengan anak-anak lain,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tuban, Umi Rindiyah saat dikonfirmasi mengenai adanya sejumlah uang penarikan yang dilakukan oleh pihak paguyuban kelas mengaku jika tahun ini sekolah tidak minta sumbangan.

“Ada apa ttg iuran sekolah, tahun ini kami tidak minta sumbangan,” kata Umi Rindiyah secara singkat.

Saat ditanya terkait peran paguyuban kelas yang meminta sejumlah uang kepada orang tua siswa dengan dalih untuk kebutuhan sekolah tanpa melalui tangan komite, pihaknya enggan menanggapi. (Ibn/Jun).