, () – Adanya berbagai biaya penarikan yang terjadi di lingkup sekolah, khususnya di yang banyak dikeluhkan oleh wali murid dibantah oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.

Seperti yang terjadi di SMP Negeri 1 Tuban, beberapa orang tua wali mengaku keberatan atas sejumlah biaya penarikan yang dilakukan bukan dari Komite Sekolah, melainkan paguyuban kelas senilai Rp350 ribu kepada masing-masing wali murid.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disdik , Abdul Rakhmat membantah adanya biaya penarikan yang dilakukan oleh pihak sekolah melalui paguyuban kelas. Sebab, jauh sebelum itu, beberapa sekolah telah dipanggil bersama Komite serta paguyuban kelas untuk menghentikan praktik tersebut.

“Itu berita lama dan kita sudah panggil Kepala Sekolah, Komite dan paguyuban kelas untuk kita dudukan bersama. Dan untuk iuran yang masuk kita juga minta untuk mengembalikan kepada orang tua siswa,” terang Abdul Rakhmat usai kegiatan Paripurna di DPRD Tuban, Kamis (14/9/2023).

Dirinya juga telah berkomitmen dengan beberapa sekolah yang ada keluhan perihal penarikan uang kepada wali murid, dan mengambil kesepakatan untuk menghentikan segala bentuk iuran.

“Sekolah itu memang ada kebutuhan pengelolaan anggaran yang tidak dianggarkan dari dana BOS, tapi ada mekanisme penggalangan dana itu boleh dilakukan oleh Komite tapi harus sesuai prosedur,” ungkapnya.

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS