TUBAN – Nasib naas dialami, Kasmi (45), buruh tani asal Dusun Bulung, Desa Nguruan, Kecamatan Soko meninggal, setelah mendengar suara petir di gubuk area persawahan desa setempat, Senin (24/02/2025).
Dugaan awal meninggalnya wanita paruh baya itu, akibat serangan jantung. Korban langsung lemas begitu sambaran petir mengguncang area persawahan, tak jauh dari tempatnya berteduh.
Informasi yang dihimpun Ronggo.id menyebut, awalnya Kasmi bersama tujuh buruh tani lainnya tengah bekerja di sawah milik Lastari. Disaat mereka istirahat di gubuk tiba-tiba petir menyambar di area setempat. Korban yang kaget mendengar gelegar petir langsung lemas, menghembuskan nafas terakhir.
“Saat istirahat di gubug yang terbuat dari seng korban mendengar suara sambaraan petir, korban kaget dan meninggal di lokasi kejadian,” kata Kapolsek Soko, AKP Haryono, saat dikonfirmasi lewat Kanit Reskrim IPTU Setyo Budi.
Menerima laporan tentang kejadian naas tersebut, petugas Reskrim Polsek Soko langsung berangkat menuju lokasi kejadian. Turut menemani mereka jajaran medis dari Puskesmas Prambon Tergayang.
Hasil pemeriksaan terhadap korban, tenaga medis tidak menemukan adanya luka bakar akibat sambaran petir. Dipastikan meninggalnya sang buruh perempuan bukan akibat sambaran petir.
“Keluarga korban mejelaskan pada kami, jika korban memiliki riwayat penyakit jantung, sehingga dapat dipastikan meninggalnya terkena serangan jantung akibat kaget mendengar suara sambaran petir,“ papat Setyo Budi. (Ags/Tgb).
