TUBAN – Kabel utilitas yang menjuntai hingga hampir menyentuh tanah di Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, dikeluhkan warga. Kondisi yang disebut telah berlangsung lebih dari satu tahun itu memicu kekhawatiran masyarakat karena dinilai berpotensi membahayakan dan mengganggu aktivitas warga.

Tak hanya di satu titik, kabel yang menjuntai juga disebut terlihat mulai dari Desa Senori hingga Desa Pongpongan. Sejumlah kabel bahkan ditemukan di area persawahan dan di depan rumah warga.

Salah seorang warga berinisial A mengungkapkan, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Namun, hingga kini, menurutnya, belum terlihat adanya petugas yang melakukan perbaikan maupun penataan kabel.

“Sudah lebih dari setahun, tapi tidak ada petugas pemeliharaan mengecek atau merapikan kabel tersebut,” ungkapnya kepada pewarta.

Warga juga mengaku harus berinisiatif memasang penyangga secara mandiri agar kabel tidak terlalu dekat dengan permukaan tanah.

“Ini bisa dilihat, bahkan warga memasang penyangga mandiri,” ujarnya.

Masyarakat berharap pihak yang bertanggung jawab segera turun ke lapangan untuk memeriksa kondisi kabel tersebut. Sebab, selain mengganggu aktivitas, keberadaan kabel yang menjuntai dikhawatirkan menimbulkan risiko keselamatan.

Sementara itu, Manajer PLN ULP Tuban, Aditiya, menyatakan kabel yang dimaksud berdasarkan pengecekan sebelumnya secara fisik bukan merupakan aset PLN. Namun dirinya berjanji akan dilakukan pengecekan.

“Nanti kami coba pastikan ulang ke teman-teman untuk mengecek apakah titik yang dimaksud sama,” jelas Aditiya saat dikonfirmasi.rabu, 28/10/2026

Meski demikian, pihak PLN menyatakan akan melakukan pengecekan ulang guna memastikan lokasi kabel yang dikeluhkan warga tersebut.

“Insyaallah akan segera kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Warga berharap koordinasi dan pengecekan segera dilakukan agar pemilik kabel dapat diketahui dan penanganan bisa segera dilaksanakan. Mereka juga meminta pihak terkait tidak menunggu sampai terjadi insiden sebelum melakukan perbaikan.

Hingga berita ini ditulis, kepastian mengenai kepemilikan kabel tersebut masih menunggu pengecekan lebih lanjut. (Har/Tgb).