TUBAN – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban meminta masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Montong, untuk tidak panik menyikapi isu merebaknya virus Chikungunya. Pihak dinas menekankan pentingnya diagnosa medis daripada sekadar spekulasi.
Imbauan tersebut muncul setelah sejumlah warga di Desa Sumurgung dan Desa Jetak, Kecamatan Montong mengeluhkan gejala demam tinggi yang menyerupai Chikungunya di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda Tuban.
Sebelumnya, beberapa warga mengaku sempat didera demam tinggi disertai nyeri sendi yang gejalanya di curigai menyerupai Chikungunya. Meski belum memeriksakan diri secara medis, rasa cemas mulai menghantui mereka.
Plt Kepala Dinkes P2KB Tuban, Roikan menyatakan, pihaknya memahami kekhawatiran masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa gejala demam yang dirasakan warga belum tentu merujuk pada virus Chikungunya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Jangan langsung menyimpulkan itu Chikungunya sebelum ada hasil uji laboratorium yang valid,” ujar Roikan saat ditanya di kantornya, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, di tengah cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga akhir Januari, daya tahan tubuh manusia cenderung menurun. Kondisi ini memicu munculnya berbagai penyakit dengan gejala serupa, seperti influenza atau demam bahkan lebih parah dapat menimbulkan demam berdarah degue (DBD).
“Gejala demam bisa disebabkan banyak faktor. Tidak bisa hanya berdasarkan dugaan, karena bisa saja itu flu biasa akibat faktor cuaca yang tidak menentu ini,” jelasnya.
Daripada larut dalam kecemasan, pria yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD Ali Manshur ini mengajak warga untuk lebih proaktif melakukan langkah pencegahan mandiri. Mulai dari menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi sarang nyamuk, hingga menerapkan pola hidup sehat untuk memperkuat imun.
“Dinkes akan terus melakukan pemantauan di lapangan, jika nantinya ada warga yang merasa sakit dan tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke Puskesmas terdekat agar mendapat penanganan yang tepat secara medis,” imbuhnya.
Ditengah cuaca ekstrem dan tidak menentu seperti sekarang ini, Dinkes P2KB Bumi Wali memastikan bahwa pelayanan kesehatan tetap siaga melayani masyarakat. Warga diharapkan tetap menjaga kesehatan dan saling mengingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan di tengah musim penghujan ini. (Hus/Tgb).
