, () – Hujan deras yang mengguyur hampir menyeluruh di wilayah membuat sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga terendam banjir. Bahkan, rumah warga yang berada di seputaran Kota Bumi Ronggolawe bak dikepung air.

Pantauan Ronggo.id, air menggenangi sejumlah wilayah di Kecamatan Tuban, Semanding, Merakurak dan Kecamatan Jenu. Bahkan jalan Pantura Tuban – Semarang dan Tuban – Babat pun tak luput dari genangan, sehingga para pengendara harus memperlambat laju kendaraannya dan sejumlah sepeda motor mengalami mogok.

Salah seorang warga Desa Gedongombo, Ahmad Budiono (38) menjelaskan, hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tuban tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 Wib, dan mengakibatkan sejumlah ruas jalan banjir.

“Beberapa ruas jalan terendam banjir, dari mulai simpang empat Kapur sampai jalan Basuki Rahmat juga masih menjadi langganan banjir,” ujar Ahmad Budiono kepada Ronggo.id, Minggu (4/2/2024) sore.

Dirinya mengaku bahwa sendiri telah melakukan berbagai upaya dalam menanggulangi genangan yang terjadi saat musim hujan tiba dengan membuat dan memperbaiki gorong-gorong diseputaran Kota.

“Tapi sepertinya yang dilakukan Pemkab Tuban masih kurang efektif. Buktinya masih saja terjadi banjir saat hujan deras seperti ini, bahkan rumah warga yang agak rendah juga masih tergenang,” jelasnya.

Terpisah, Sarmidi (58), warga Desa Sugihwaras,Kecamatan Jenu mengemukakan, jika hampir setiap masuk pada musim hujan, pemukiman warga yang berada disekitar tempat tinggalnya kerap terdampak banjir. Hal ini disinyalir karena kondisi drainase yang buruk.

“Biasanya kalau masuk musim hujan ya kebanjiran, tapi kali ini yang paling buruk. Mungkin karena gorong-gorongnya tidak berfungsi dengan baik,” ujar Sarmidi.

Hujan deras yang melanda seputaran Tuban Kota dan sekitarnya ini telah berlangsung sekitar 3 jam lebih dan belum ada tanda-tanda reda ini mengakibatkan sejumlah pemukiman warga terendam banjir. Bahkan luapan air yang masuk ke rumah-rumah warga mencapai sekitar setengah meter.

“Kami berharap agar Pemkab Tuban mengecek kembali drainase yang baru saja direhab, sehingga dampak luapan air tidak lagi menggenangi pemukiman warga dan merugikan masyarakat setempat,” pungkasnya.

Untuk mengantisipasi agar luberan air tidak semakin tinggi dan meresahkan masyarakat, sejumlah warga bergotong royong membuat tanggul penahan air dengan peralatan seadanya di setiap gang masuk pada pemukiman dengan bebatuan maupun karung berisi pasir. (Ibn/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS