TUBANAncaman gagal panen membayangi para petani jagung di wilayah Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Alasannya ditengarai karena puluhan hektare lahan pertanian di kawasan tersebut ludes akibat serangan hama tikus yang kian merajalela.

Jagung petani yang baru mulai berbuah nampak habis tak tersisa, hanya menyisakan pohon dan tangkai buah yang mengering. Kondisi ini membuat para petani di Desa Gaji dan Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek, meradang.

Karena kesal dan bingung menghadapi serangan hama pengerat ini, mereka akhirnya melapor ke Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pertanian Kecamatan Kerek untuk meminta solusi cepat.

Salah seorang petani asal desa setempat, Amin, menuturkan bahwa tanaman jagung miliknya habis digorok kawanan tikus dalam waktu semalam. Padahal, jagung berumur 1,5 bulan tersebut baru saja dia siram.

“Ini baru kemarin saya siram air, gak taunya pagi ini habis digarong semua,” keluh Amin dengan nada kecewa, Selasa (16/06/2026).

Meski belum menghitung secara rinci total kerugiannya, Amin menaksir jumlahnya mencapai jutaan rupiah jika diakumulasikan dengan biaya modal benih, pupuk, hingga obat-obatan pestisida yang sudah dikeluarkan.

Nasib serupa juga dialami Jamal, petani lainnya. Jagung miliknya yang sudah berumur 50 hari ludes dimakan hewan pengerat tersebut. Menurutnya, musibah ini terasa kian berat karena terjadi di tengah musim kemarau, di mana biaya operasional pertanian sedang tinggi-tingginya.

“Di musim kemarau ini semua lagi mahal-mahal malah kena musibah seperti ini, nasib-nasib,” ujar Jamal pasrah.

Jamal menjelaskan, untuk mengairi lahan di kawasan Kerek saat musim kemarau membutuhkan biaya yang tidak sedikit karena minimnya akses sungai. Sekali melakukan pengairan, petani harus merogoh kocek hingga Rp400 ribu, dan proses penyiraman ini harus diulang setiap beberapa hari sekali jika cuaca sangat terik.

Ia pun berharap Pemkab Kota Legen ini segera turun tangan memberikan bantuan konkret untuk memberantas hama tikus ini agar kerugian petani tidak semakin membengkak.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala UPTD Pertanian Kerek, Sunarto menyatakan bahwa pihaknya baru menerima laporan dari petani dan berjanji akan segera melakukan tindakan pengendalian hama pada Kamis, 18 Juni 2026 mendatang.

“Besok Kamis rencananya akan kami lakukan upaya pengendalian hama tikus, dan saat ini saya masih di luar kota,” jelas Sunarto saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, sejumlah peralatan untuk penanggulangan hama tikus sebenarnya sudah disiapkan dan dititipkan di Desa Gaji. Namun, eksekusi di lapangan baru bisa dilaksanakan dua hari lagi.

“Kaitan hama tikus ini sebenarnya pihak dinas melalui petugas telah melaksanakan informasi dan bimbingan pengendalian kepada para kelompok tani, Mas,” tutupnya.

Di tengah jeritan modal yang kian mahal dan pasokan air yang kian langka, tikus-tikus ladang telah sukses merampas senyum para petani Kerek. Janji penanggulangan lusa nanti tentu dinanti, sebab bagi petani yang sedang meradang, setiap malam yang terlewat adalah pertaruhan sisa hidup tanaman mereka. (Hus/Tgb).