Buntut Pengeroyokan Pemuda di Plumpang, Pagar Nusa Tuban Lapor Polisi

Buntut Pengeroyokan Pemuda di Plumpang, Pagar Nusa Tuban Lapor Polisi

TUBAN – Kasus pengeroyokan dua pemuda di Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban masih berlanjut. Sejumlah pengurus cabang Pencak Silat Pagar Nusa datangi Polres Tuban, pada hari senin (23/08/2021).

Pengeroyokan yang melibatkan dua anggota pemuda dari Pagar Nusa berinisial MN (26) dan SA (21). Dari peristiwa itu, akibatnya pengurus cabang menindak tegas dengan meminta pihak Kepolisian mengusut tuntas dan bisa menangkap pelaku.

Ketua pengurus cabang Pagar Nusa (PN), Abdul Mujib mengatakan, kami atas nama pengurus cabang hanya ingin menanyakan sejauh mana proses penyidikan terkait kasus pengeroyokan yang terjadi di Plumpang.

Bacaan Lainnya

“Kita memberi support kepada Kepolisian agar pelaku segera tertangkap dan tidak bias kebawah,” ungkap Abdul Mujib.

Menurutnya, kasus ini melibatkan emosi dari pemuda yang sulit dikendalikan, bahkan pihaknya tidak bisa berspekulasi siapa pelaku yang tega menyerang anggotanya.

“Insya Allah kita dari Pagar Nusa bisa dikendalikan dan mau menunggu proses hukum yang ada, kita serahkan semuanya kepada pihak Kepolisian,” ucapnya.

Saat ditanyakan bagaimana kondisi kedua korban saat ini? pihaknya menjelaskan, 1 korban sudah dibawa pulang setelah menerima 13 jahitan di kepala, sedangkan satunya lagi masih mendapatkan perawatan di RSUD, kata Abdul Mujib akan di operasi karena ada luka patah di kakinya.

Lalu, Abdul Mujib menceritakan awal kejadian tersebut. Kedua korban mendapatkan tugas dari organisasinya untuk mendata ‘warga’ (anggota organisasi) dengan meminta Kartu Keluarga (KK) yang bertujuan untuk pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA).

Kemudian, sesudah mendata keduanya pulang saat menjelang magrib, namun tiba-tiba kedua korban dihadang dan dikeroyok oleh 5 – 6 orang tanpa tahu penyebabnya dan siapa orang tersebut.

“Untuk teman-teman PN kita instruksikan untuk diam saat ini. Alhamdulilah mereka siap mengikuti instruksi,” ucap Abdul Mujib.

Abdul Mujib juga mengimbuhkan setelah bertemu dengan penyidik, dia tidak bisa menduga – duga pelaku. Namun, dia berharap hal ini menjadi perhatian bersama mulai dari aparat, kepemudaan dan organisasi.

“Dan hal ini bisa disikapi bersama agar menciptakan Kabupaten Tuban lebih kondusif,” pungkasnya.

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS

Pos terkait