TUBAN – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tuban menjatuhkan vonis hukuman penjara kepada M. Choirul Iqbal, warga Desa/Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Pria tersebut terbukti secara sah melakukan penggelapan objek jaminan fidusia milik perusahaan pembiayaan FIFGROUP Cabang Tuban.
Dalam persidangan dengan nomor perkara 18/pid.B/2026/PN Tbn yang dipimpin langsung oleh Ketua PN Tuban, Agung Nugroho Suryo Sulistio, terdakwa dijatuhi hukuman 1 tahun 4 bulan penjara.
Kasus ini bermula saat Iqbal mengajukan pembiayaan satu unit sepeda motor Honda Beat melalui FIFGROUP. Bukannya menyelesaikan kewajiban angsuran, terdakwa justru memindahtangankan atau menjual kendaraan tersebut kepada orang lain tanpa izin.
Pihak FIFGROUP sebelumnya telah melakukan upaya persuasif dengan mendatangi rumah terdakwa. Namun, selain tidak ada itikad baik untuk membayar, unit motor yang menjadi jaminan utang tersebut diketahui sudah beralih tangan.
Atas tindakan tersebut, terdakwa dijerat dengan pasal berlapis, di antaranya; UU nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia Pasal 23 dan 36; UU nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Baru Pasal 20 huruf c; dan, KUHP Lama Pasal 372 tentang Penggelapan.
Kuasa Hukum FIFGROUP Tuban, Joekrom, menjelaskan bahwa vonis 16 bulan tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang meminta hukuman 1 tahun 8 bulan penjara.
“Kami menghormati dan mengapresiasi putusan majelis hakim. Meskipun lebih ringan 4 bulan dari tuntutan jaksa, ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat,” ujar Joekrom saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).
Joekrom menegaskan bahwa setiap perjanjian pembiayaan memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Ia mengingatkan kepada seluruh nasabah atau debitur bahwa objek yang masih dalam masa angsuran dilarang keras untuk dialihkan, digadaikan, atau dijual tanpa izin tertulis dari pihak kreditur.
“Putusan ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat Tuban agar lebih bertanggung jawab terhadap komitmen hukum yang telah disepakati,” imbuhnya.
Sementara itu, dalam persidangan tersebut, terdakwa M. Choirul Iqbal menyatakan menerima vonis yang dijatuhkan kepadanya dan tidak melakukan upaya hukum banding. (Hus/Tgb).
