JAKARTA – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama perusahaan asal Jepang, Taiheiyo Cement Corporation, memperkenalkan teknologi stabilisasi tanah bernama CLEAN SET. Teknologi tersebut diklaim mampu meningkatkan daya dukung tanah lunak sekaligus memperkuat fondasi infrastruktur.

Inovasi itu diperkenalkan dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-30 Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) yang berlangsung di Bidakara, Jakarta, pada 3–4 November 2026.

CLEAN SET dikembangkan sebagai alternatif penanganan tanah lunak yang memiliki daya dukung rendah dan rentan mengalami penurunan. Teknologi ini menggunakan material pengikat untuk meningkatkan kuat geser dan stabilitas tanah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari konstruksi.

Melalui metode tersebut, kebutuhan penggantian tanah atau soil replacement maupun metode perbaikan tanah konvensional lainnya berpotensi dikurangi.

Direktur Offtake & Partnership Solusi Bangun Indonesia, Yasuhide Abe, mengatakan pengembangan teknologi stabilisasi tanah merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan solusi konstruksi untuk menjawab tantangan pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, kondisi tanah yang semakin kompleks serta dampak perubahan iklim membutuhkan pendekatan konstruksi yang tidak hanya memperhatikan kekuatan fondasi, tetapi juga efisiensi penggunaan material.

“Ketahanan infrastruktur harus dibangun sejak fondasinya. Di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim dan kondisi tanah yang semakin kompleks, dibutuhkan pendekatan konstruksi yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga efisien dalam penggunaan material,” ujar Abe.

Dia menyebut, CLEAN SET diharapkan menjadi alternatif untuk meningkatkan stabilitas tanah sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Dibandingkan metode konvensional seperti soil replacement dan vertical drain, teknologi ini diklaim memiliki sejumlah keunggulan. Di antaranya efisiensi penggunaan material, percepatan waktu konstruksi, serta pengurangan kebutuhan penanganan dan pembuangan tanah berlebih.

Selain itu, stabilisasi tanah juga ditujukan untuk meminimalkan risiko penurunan maupun pergeseran tanah yang dapat berdampak terhadap struktur bangunan. Penggunaan material secara efisien juga dinilai dapat menekan potensi dampak lingkungan dan biaya rehabilitasi infrastruktur.

Solusi stabilisasi tanah hasil pengembangan kedua perusahaan tersebut sebelumnya telah diterapkan di sejumlah proyek konstruksi di Indonesia.

Salah satunya pada proyek Tol Semarang–Solo Seksi Penggaron. Teknologi tersebut digunakan untuk memperkuat fondasi jalan yang berada di kawasan dengan karakteristik tanah lunak dan rentan mengalami penurunan.

Penerapan serupa juga dilakukan pada sejumlah proyek di Kalimantan, serta pembangunan fasilitas pergudangan, pusat perbelanjaan, dan area parkir di wilayah Cikarang dan Bekasi.

Pengembangan CLEAN SET merupakan bagian dari kerja sama strategis Taiheiyo Cement Corporation dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. Kolaborasi tersebut telah berlangsung sejak 2021 dan diperluas melalui kerja sama bisnis pada Januari 2026.

Melalui forum PIT HATTI ke-30, kedua perusahaan juga membuka diskusi teknis dengan para ahli, praktisi, akademisi, dan pelaku industri geoteknik untuk memperkenalkan teknologi stabilisasi tanah tersebut.

Solusi Bangun Indonesia menyatakan pengembangan CLEAN SET menjadi bagian dari transformasi bisnis perusahaan, dari penyedia bahan bangunan menjadi penyedia solusi konstruksi terintegrasi dan berkelanjutan. (Hus/Tgb).