TUBAN – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Dusun Dolok, Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Senin (21/9/2026) siang. Musibah ini mengakibatkan seorang anak laki-laki berusia 13 tahun menderita luka bakar serius hingga 85 persen.
Korban diketahui bernama Putra Marcel Attarma (13). Saat kejadian, api membakar dengan cepat bangunan rumah milik Siswati hingga memicu kepanikan warga sekitar.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban, Sutaji, mengonfirmasi bahwa laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 11.52 WIB dari perangkat desa setempat.
“Usai menerima laporan, armada pemadam dari Pos Rengel dan MAKO Tuban langsung diterjunkan ke TKK,” ujar Sutaji dalam keterangan resminya, Senin (21/9/2026).
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 12.10 WIB langsung bergerak untuk memblokir pergerakan api. Dua unit armada damkar bersama personel gabungan Satpol PP, perangkat desa, serta warga sekitar bahu-membahu menaklukkan si jago merah.
Api utama sendiri berhasil dijinakkan sekitat pukul 12.19 WIB yang kemudian, petugas melanjutkan dengan proses pembasahan hingga pukul 13.04 WIB guna memastikan tidak ada sisa bara yang berpotensi memicu api susulan.
“Dugaan sementara, penyebab kebakaran dipicu akibat korsleting listrik,” ungkap Sutaji.
Akibat insiden ini, bangunan rumah seluas 60 meter persegi beserta seluruh isinya ludes dilalap api dengan kerugian material ditaksir mencapai Rp 70 juta. Meski demikian, respons cepat tim pemadam berhasil menyelamatkan aset dapur korban serta deretan rumah tetangga di sekitarnya dengan taksiran nilai Rp 300 juta.
Sementara itu, korban yang mengalami luka bakar parah langsung dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Korban mengalami luka bakar sekitar 85 persen dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Koesma Tuban,” kata Sutaji.
Terkait dengan korban, Mantan Camat Bancar ini menambahkan pihaknya menginisiasi Pemkab melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Zakat Nasional (Baznas) Bumi Wali memberikan bantuan kepada keluarga untuk pengobatan sang anak.
“Sang anak itu juga merupakan anak berkebutuhan khusus, oleh karena itu kami juga mendorong RSUD dr R Koesma untuk memberikan perawatan sepenuhnya agar korban lekas pulih,” pungkasnya. (Hus/Tgb).
