TUBAN – Sebuah kapal tongkang pengangkut tiang pancang untuk proyek perbaikan breakwater di kawasan perairan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, mengalami musibah hingga miring dan tenggelam sebagian pada Jumat (18/9/2026) dini hari.

Insiden yang dialami kapal TK Prawiramas Puriprima berukuran GT 311 milik PT Prawiramas tersebut terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Cuaca buruk yang melanda kawasan perairan Jenu memicu gelombang tinggi hingga mencapai 1,5 sampai dua meter.

Hantaman gelombang tinggi tersebut menyebabkan muatan tiang pancang yang ada di atas tongkang bergeser ke area belakang. Pergeseran material berbobot berat itu membuat posisi kapal kehilangan keseimbangan, hingga akhirnya miring dan tenggelam sebagian di perairan depan TPPI Tuban.

Area Manager CSR & Communication Relations PT TPPI, Tinoto Hadi Sucipto, membenarkan adanya peristiwa yang menimpa tongkang milik kontraktor pelaksana proyek perbaikan pemecah gelombang tersebut.

“Tongkang kontraktor, pekerjaan perbaikan breakwater. Muatannya peralatan pancang,” ujar Tinoto saat dikonfirmasi.

Ia juga menepis isu yang sempat beredar di lapangan bahwa kapal tersebut mengangkut batu bara. Tinoto memastikan kapal tersebut murni membawa peralatan konstruksi untuk penahan gelombang.

Senada dengan hal itu, Koordinator Wilayah Kerja Jenu Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan(KSOP) Kelas III Tanjung Pakis, Bobby Mulya Kusuma membeberkan bahwa cuaca ekstrem menjadi pemicu utama bergesernya material di atas kapal hingga memicu kemiringan fatal.

“Gelombang setinggi 1,5 sampai 2 meter mengakibatkan muatan tiang pancang bergeser, membuat kapal tidak stabil lalu miring dan tenggelam sebagian. Tidak ada pencemaran laut,” beber Capt Bobby.

Pria yang karib disapa Bobby ini menghimbau kepada seluruh nakhoda kapal untuk selalu mengutamakan keselamatan, menjaga peralatan keselamatan agar tetap berfungsi dengan baik dan update informasi Cuaca melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta tidak memaksa melaut bila cuaca kurang baik.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Tuban, IPTU Muhammad Ikhsan menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa maupun ABK yang berada di atas tongkang saat musibah terjadi.

Seluruh pekerja proyek berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat ke pos darat menggunakan kapal nelayan setempat sekitar pukul 07.30 WIB.

“Korban jiwa nihil. Pihak kontraktor saat ini sedang berkoordinasi dengan PT Wika untuk mendatangkan kapal bantuan guna proses evakuasi tongkang yang masih menunggu kondisi cuaca membaik,” pungkas IPTU Ikhsan. (Hus/Tgb).