TUBAN – Dua unit kapal porsen milik nelayan asal Desa Ngaglik ludes terbakar saat bersandar di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Karangagung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jumat (04/09/2026) dini hari. Amukan si jago merah tersebut sempat mengancam keselamatan belasan kapal lain yang berada di sekitarnya.
Menurut informasi di lapangan, titik api pertama kali muncul dan membakar jaring di salah satu kapal sebelum akhirnya membesar dan merembet ke badan kapal lain di sebelahnya.
Kobaran api yang membubung tinggi di tengah kegelapan malam sempat memicu kepanikan warga dan para nelayan. Alasannya, lokasi kebakaran berada di area padat jangkar yang dipenuhi belasan armada perahu nelayan lainnya.
Mendapat laporan dari masyarakat, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Bumi Wali bergerak cepat. Petugas langsung menerjunkan armada dari Pos Mako Kota Legen ini menuju Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) guna menjinakkan si jago merah.
Petugas Damkar yang tiba di lokasi sekitar pukul 01.39 WIB langsung mengisolasi titik api. Fokus utama petugas adalah mencegah kobaran meluas ke belasan kapal lain yang tertambat berdekatan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Satpol-PP dan Damkar Tuban, Sutaji, menjelaskan bahwa upaya lokalisir api menjadi kunci utama penanganan malam itu. Kondisi dermaga yang dipenuhi perahu nelayan membuat potensi kerugian materiil sangat tinggi jika tidak segera ditangani secara cepat dan tepat.
Petugas akhirnya berhasil mengendalikan api pokok pada pukul 01.50 WIB. Meski api utama telah padam, tim tetap melanjutkan proses pembasahan hingga pukul 03.00 WIB untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang dapat memicu kebakaran susulan.
Beruntung dalam musibah ini, kobaran api tidak sampai menyambar tumpukan bahan bakar solar yang tersimpan di bagian bawah lambung kapal. Hal tersebut berhasil menekan bahaya ledakan yang jauh lebih fatal di area pelabuhan.
Dua armada kapal yang hangus terbakar tersebut diketahui merupakan milik Tulus dan Sahab, nelayan asal Ngaglik. Petugas memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa amuk si jago merah ini.
Meski tidak ada korban jiwa, nilai kerugian materiil yang dialami pemilik kapal ditaksir mencapai sekitar Rp400 juta. Di sisi lain, tindakan cepat petugas berhasil menyelamatkan sekitar 15 kapal lain di sekitarnya yang diperkirakan bernilai total Rp4 miliar.
Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya titik api masih belum diketahui. Suasana pelabuhan yang cenderung sepi saat dini hari membuat tidak banyak saksi mata yang melihat langsung awal mula pemicu kebakaran.
Lokasi kejadian kini telah dinyatakan aman dan kondusif setelah seluruh proses pendinginan selesai. Sementara itu, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengumpulkan bukti dan menguak penyebab utama kebakaran tersebut. (Hus/Tgb).
