TUBAN – Warga Dusun Goreng, Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, mengeluhkan banyaknya lalat yang diduga berasal dari kandang ayam di desa setempat. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan terakhir dan kini semakin meresahkan masyarakat karena mengganggu aktivitas sehari-hari hingga berdampak pada perekonomian warga.

Salah satu warga yang berprofesi sebagai pedagang buah mengaku menjadi pihak yang paling terdampak akibat serbuan lalat tersebut. Menurutnya, lapak buah miliknya hampir setiap hari dipenuhi lalat dalam jumlah banyak, sehingga membuat pembeli merasa tidak nyaman dan enggan mendekat.

“Sejak ada kandang ayam sekitar tiga bulan lalu, lalat semakin banyak. Buah yang saya jual selalu dikerubungi lalat. Pembeli jadi tidak nyaman dan banyak yang memilih pergi,” ujarnya.

Ia mengaku kerugian yang dialami tidak sedikit. Bahkan, sebagian besar hasil penjualannya kini habis hanya untuk membeli lem penangkap lalat sebagai upaya mengurangi gangguan tersebut.

“Sehari saya bisa menghabiskan sekitar 20 lembar lem lalat. Hasil jualan habis hanya buat beli lem lalat. Kalau terus seperti ini, kami yang kecil semakin kesulitan,” katanya dengan nada kecewa.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Selain mengganggu aktivitas usaha, banyaknya lalat dinilai mengancam kebersihan lingkungan dan kenyamanan masyarakat karena serangga tersebut masuk hingga ke dalam rumah warga, menempel pada makanan, peralatan dapur, hingga ruang keluarga.

Warga berharap pemerintah desa dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pengecekan dan mencari solusi atas persoalan yang terjadi. Mereka menilai setiap kegiatan usaha, termasuk peternakan, harus memperhatikan dampak lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Kami tidak anti usaha dan tidak menolak adanya peternakan. Tapi jangan hanya memikirkan kepentingan pengusaha. Dampak yang dirasakan warga juga harus diperhatikan,” ungkap salah seorang warga.

Sementara itu, Camat Rengel, Eko Wardono, menyampaikan bahwa persoalan tersebut sudah menjadi perhatian pemerintah dan akan segera dilakukan pengecekan lapangan bersama sejumlah instansi terkait.

“Sudah mas, sedang diagendakan pengecekan lapangan dengan Dinas LHP, Dinas KP2P, Dinas PUPR, Dinas PMPTSP, Satpol PP Tuban dan Forkopimka,” ujar Eko Wardono, Minggu (28/6/2026).

Pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi warga yang selama beberapa bulan terakhir harus hidup berdampingan dengan serbuan lalat yang dinilai mengganggu kesehatan, kenyamanan, dan aktivitas ekonomi mereka.

Sebaliknya, sikap kontras justru ditunjukkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Bulurejo. Saat mencoba dikonfirmasi terkait keluhan warganya, Sekretaris Desa setempat memilih bungkam dan tidak memberikan respons maupun tanggapan apa pun mengenai persoalan ini.

Kini masyarakat Dusun Goreng menunggu langkah nyata dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah agar persoalan serbuan lalat yang diduga berasal dari kandang ayam tersebut segera mendapatkan penanganan.

Warga berharap hasil pengecekan nantinya dapat memberikan solusi yang adil bagi semua pihak, sehingga aktivitas usaha peternakan tetap berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar. (Har/Tgb).