TUBAN – Memasuki hari kelima, proses pencarian terhadap nelayan asal Kabupaten Tuban yang dilaporkan hilang misterius saat melaut masih belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan terus berupaya memaksimalkan penyisiran di tengah kondisi cuaca yang relatif mendukung.
Koordinator Unit Siaga SAR Lamongan Basarnas Surabaya, Mukh Fakhruddin Arrazi menyatakan, hingga sore ini tanda-tanda keberadaan korban masih nihil. Meski begitu, pihak tim gabungan masih berjibaku mencari keberadaan korban.
Petugas di lapangan terus memperluas jangkauan penyisiran guna menemukan keberadaan korban. Area pencarian kini tidak lagi terfokus pada titik awal perkiraan jatuhnya korban.
“Area pencarian dari titik jatuh kita perluas mengarah ke barat, bahkan sampai memasuki kawasan perairan Jawa Tengah (Jateng),” ungkap Mukh Fakhruddin Arrazi saat dikonfirmasi Ronggo.id, Senin (15/6/2026).
Mengenai kendala di lapangan, Fakhruddin menjelaskan bahwa faktor cuaca selama lima hari terakhir ini sebenarnya cukup bersahabat. Hal ini dimanfaatkan oleh tim gabungan untuk menyisir lautan secara optimal sejak pagi hingga sore hari.
Sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku di Basarnas, operasi pencarian korban hilang di laut sedianya akan dilangsungkan selama tujuh hari berturut-turut sejak laporan diterima.
“Pencarian akan terus kami lanjutkan sampai hari ketujuh apabila korban belum juga ditemukan. Kami juga memohon doa bersama dari seluruh masyarakat semoga korban bisa segera ditemukan,” imbuhnya.
Disinggung mengenai kejelasan nasib operasi SAR jika batas waktu tersebut habis, Fakhruddin menegaskan bahwa keputusan final berada di tangan pihak pimpinan setelah melalui proses kajian mendalam.
“Sesuai SOP, operasi bisa ditutup setelah tujuh hari apabila dirasa sudah tidak efektif lagi untuk dilanjutkan. Namun, setelah hari ketujuh nanti, tetap akan dievaluasi terlebih dahulu oleh pimpinan apakah akan dilanjutkan atau resmi ditutup,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang nelayan asal Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar, Solikin (40) hilang misterius di perairan Kecamatan Brondong, Lamongan. Korban dikabarkan hilang saat mencari ikan bersama rekan-rekannya.
Sebelum melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang, rekan-rekan nelayan sempat melakukan upaya pencarian mandiri di sekitar perairan Tuban. Namun, karena hanya menemukan petunjuk minim dan terkendala peralatan, insiden tersebut akhirnya diteruskan ke Basarnas demi mengoptimalkan proses evakuasi.
Selain memaksimalkan tim gabungan, pihak terkait juga telah menyebarkan informasi mengenai ciri-ciri perahu korban kepada seluruh jaringan rukun nelayan di sepanjang pesisir Bumi Wali hingga Rembang. Langkah ini diambil guna mempercepat proses evakuasi apabila ada kapal motor atau nelayan lain yang melihat tanda-tanda keberadaan korban di tengah laut. (Hus/Tgb).
