TUBAN Seorang pekerja outsourcing Perhutani Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Jatirogo ditemukan meninggal dunia di dalam kawasan hutan Petak 3c Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sadang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sekaran, Desa Kedungmakam, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, Selasa (9/6/2026) siang.

Korban diketahui bernama Rendy Robita Heryawan (34), warga Desa Paseyan, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban. Korban diduga kuat menghembuskan napas terakhirnya akibat serangan jantung mendadak saat sedang bekerja.

Kasi Humas Polres Tuban, IPTU Siswanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, korban sehari-hari bertugas sebagai tenaga outsourcing pembantu Mandor Polter KPH Jatirogo.

“Benar, ada kejadian orang meninggal dunia mendadak di kawasan hutan Jatirogo. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar IPTU Siswanto.

Siswanto menjelaskan, peristiwa bermula ketika korban bersama tiga orang pekerja kuli, yakni Sisnawan, Sarno, dan San, sedang membersihkan pohon jati yang roboh di petak hutan tersebut sejak pagi hari.

Sekira pukul 10.00 WIB, korban sempat meminta ketiga rekannya untuk fokus memotong dan mengukur kayu, sementara korban berjalan kaki ke arah timur sendirian. Namun, selang beberapa saat kemudian, kecurigaan mulai muncul.

“Setelah selesai memotong kayu, saksi Sisnawan mencoba memanggil korban. Karena tidak ada jawaban, saksi berinisiatif mencari korban ke arah timur,” terang Kasi Humas Polres Tuban itu.

Pencarian tersebut membuahkan hasil, namun dalam kondisi yang mengejutkan. Korban ditemukan sudah dalam keadaan tergeletak kaku di semak-semak di bawah pohon jati.

“Saat coba dibangunkan oleh saksi, korban sudah tidak merespons dan diketahui sudah dalam kondisi tidak bernapas. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke pihak Perhutani dan diteruskan ke Polsek Jatirogo,” tambahnya.

Mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Jatirogo bersama Tim Medis dari RSUD R Ali Manshur Jatirogo langsung meluncur ke lokasi untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban.

Petugas medis kemudian melakukan visum luar terhadap tubuh korban dengan disaksikan langsung oleh pihak keluarga. Hasil pemeriksaan memastikan bahwa tidak ada indikasi penganiayaan ataupun luka akibat benda tumpul/tajam.

“Dari keterangan pihak keluarga, korban memang kerap mengeluhkan sakit di bagian tangan beberapa waktu terakhir. Diduga kuat, korban meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak,” pungkas mantan Kanit Reskrim Polsek Montong tersebut.

Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman lebih lanjut. (Hus/Tgb).