, () – Warga Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo, protes lantaran debu batu bara yang berasal dari PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Pabrik Tuban diduga mencemari lingkungan.

Protes tersebut disampaikan kepada Pemerintah Desa Sawir melalui surat yang dikirim pada Selasa (3/10/2023), isinya warga keberatan karena merasa tidak nyaman dengan polusi udara yang ditimbulkan dari aktivitas produksi unit usaha Semen Indonesia Grup (SIG) itu.

Warga Desa Sawir, Nanang Riwayadi mengemukakan, debu batu bara dari area coal storage SBI itu hampir setiap harinya beterbangan dan menyebar hingga ke permukiman warga.

“Kondisi ini sudah kami rasakan bertahun-tahun, debu batu bara itu mengeluarkan bau tak sedap. Kami kuatir bisa memicu penyakit pernapasan,” bebernya kepada Ronggo.id, Rabu (4/10/2023).

Bukan tanpa upaya, Nanang yang rumahnya tak jauh dari area coal storage itu mengaku sudah pernah menyampaikan kondisi ini kepada Kepala Desa Sawir, namun tak kunjung ditindaklanjuti.

“Makanya kami melayangkan surat dengan harapan agar pemerintah desa menjembatani bertemu dengan SBI supaya ada langkah kongkret mengatasi hal ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sawir, Imam Syafi'i masih bungkam saat dikonfirmasi ikhwal protes yang dilayangkan warganya soal dugaan pencemaran lingkungan dampak dari aktivitas produksi SBI Pabrik Tuban.

Menanggapi surat yang disampaikan Warga Desa Sawir, Corporate Communication SBI Deni Nuryandain memaparkan, bahwa keberadaan perusahaan telah melalui kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang ketat.

“Dan tentunya telah disetujui oleh para pemangku kepentingan sebelum dibangun dan dijalankan secara berkesinambungan,” sambung Deni.

Selain itu, kata Deni, operasional pabrik juga menerapkan standar tinggi untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dan dioperasikan oleh karyawan yang kompeten.

“Operasional pabrik mengikuti peraturan yang berlaku dengan pengawasan yang ketat oleh pihak terkait dan menerapkan prinsip keseimbangan yang berkelanjutan antara aspek lingkungan, aspek operasional dan aspek sosial, pengembangan dan pemberdayaan masyarakat sekitar,” tandasnya. (Ibn/Jun).

Ikuti Berita dan Artikel terbaru Ronggo.id di GOOGLE NEWS