TUBAN – Setiap tahun, Kabupaten Tuban selalu dihadapkan pada persoalan banjir yang tak kunjung terselesaikan. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah yang mendesak bagi Pemkab Tuban untuk segera ditangani secara serius, agar masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban dari permasalah itu.
Oleh karenanya Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, mendorong Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk serius menggarap dokumen pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berkaitan dengan masalah tersebut. Tujuannya agar banjir yang sering melanda di beberapa wilayah di Bumi Ranggalawe ini segera teratasi.
Adapun proyek yang didorong untuk segera dibangun antara lain, proyek pembangunan Waduk Jabung Ring Dyke yang rencananya dapat mengentaskan masalah banjir apabila sungai Bengawan Solo meluap. Tak luput pula pembangunan tanggul di bantaran sungai Bengawan Solo, dan tanggul di sungai Kali Kening juga menjadi atensinya.
PSN berupa Waduk Jadi yang terletak di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, yang pada tahun 2021 lalu telah selesai sepenuhnya pembebasan lahannya, juga diproyeksikan untuk segera dibangun. Termasuk pembangunan tanggul laut di sekitar Kelurahan Sukolilo, Kecamatan Tuban (Kota) untuk mengatasi rob yang mengancam pesisir.
Joko Sarwono mengatakan, ygpihaknya telah mendorong agar beberapa proyek yang didanai APBN agar segera dibangun. Fokusnya saat ini ialah PSN yang berhubungan dengan masalah banjir.
“Ini kita coba minta lagi, jadi bukan hanya tanggul yang kita minta ada juga proyek di Kali Kening dan Long Storage (waduk) di Desa Jadi,” kata Joko Sarwono saat ditemui sebelum Rapat Paripurna DPRD Tuban, Rabu (21/5/2025) sore.
Menurutnya, proyek-proyek yang dicanangkan untuk segera ditindak-lanjuti tersebut termasuk proyek strategis untuk mengatasi banjir. Bukan hanya di sekitar bantaran sungai Bengawan Solo saja, tetapi juga Waduk Desa Jadi yang dapat mengatasi banjir saat sungainya meluap, serta tanggul pembatas untuk mengatasi banjir rob dipesisir pantai.
“Ini nanti sedang di proses dokumennya, nanti kita bareng-bareng lah bersinergi bersama agar dapat segera dibangun,” tambahnya.
Mantan Kepala Bappeda Tuban ini mengungkapkan, kendala pembangunan Waduk Jadi itu disebabkan oleh kebijakan pemerintah pusat yang baru. Masalah efisiensi anggaran yang saat ini masih terus digodok formulanya.
“Ini tetap kami usulkan karena proyek ini menjadi poin juga terhadap ketahanan pangan yang menjadi kebijakan utama pak Presiden,” pungkasnya. (AN/Tgb).
