TUBAN – Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Tuban Tahun 2025, di Pendapa Kridho Manunggal, Jumat (1/8/2025).
Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Tuban Dr Budi Wiyana, serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Sebanyak 76 peserta dari berbagai SMA/SMK/MA di Kabupaten Tuban terpilih sebagai calon Paskibraka 2025 setelah melalui proses seleksi ketat. Mereka akan mengikuti pembinaan fisik, mental, dan kedisiplinan secara intensif selama lebih dari dua pekan ke depan, sebelum tampil mengibarkan Bendera Merah Putih pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus mendatang.
Dalam sambutannya, Wabup Joko Sarwono menyampaikan bahwa para peserta Diklat adalah pelajar terpilih yang tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga amanah sebagai perwakilan generasi muda yang tangguh, berprestasi, dan berintegritas.
“Menjadi Paskibraka bukan sekadar berdiri tegak di lapangan. Ini tentang karakter, disiplin, dan keteladanan. Mereka harus mampu menjadi contoh di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal,” tegas Wabup.
Ia menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan, solidaritas tim, serta tanggung jawab pribadi selama masa pelatihan. Kegiatan ini, menurutnya, bukan hanya mempersiapkan peserta secara fisik, tetapi juga memperkuat mental dan membangun nilai-nilai kebangsaan.
Selama proses Diklat, para calon Paskibraka akan mendapatkan pelatihan baris-berbaris, formasi pasukan, pembinaan etika dan sikap, serta pembentukan karakter kepemudaan. Mereka akan dibina langsung oleh tim pelatih gabungan dari unsur TNI, Polri, serta instruktur profesional dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga.
Wabup juga berpesan agar seluruh peserta menjaga kesehatan fisik melalui pola makan yang teratur, istirahat cukup, dan olahraga terukur. Di samping itu, kesehatan mental juga menjadi perhatian penting.
“Tekanan dalam pelatihan pasti ada. Karena itu, penting bagi peserta untuk bisa mengelola stres dan menerima setiap arahan dengan lapang dada. Semua itu bagian dari proses pembentukan jiwa pemimpin,” pesannya.
Tak hanya aspek teknis, Wabup juga menegaskan pentingnya memperkuat nilai spiritualitas dalam diri peserta. Ia mendorong agar seluruh calon Paskibraka menjaga ibadah, serta tidak melupakan doa sebagai bentuk ikhtiar batin.
“Kami berharap seluruh proses pelatihan berjalan lancar hingga pelaksanaan tugas pada upacara nanti. Ikhtiar harus disertai doa, agar langkah kalian diridhai dan diberi kelancaran oleh Allah,” ujarnya. (Jun/Tgb).
